Tribun Pringsewu

Banyak Jajanan Sekolah di Pringsewu Mengandung Zat Berbahaya, Dinas Ketahanan Pangan Warning Kantin!

Dinas Ketahanan Pangan Pringsewu menyebutkan bila di tempat penjualan jajanan sekolah masih banyak ditemukan makanan mengandung zat pewarna terlarang.

Banyak Jajanan Sekolah di Pringsewu Mengandung Zat Berbahaya, Dinas Ketahanan Pangan Warning Kantin!
TRIBUN LAMPUNG/ROBERTUS DIDIK
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tabrani Mahfi memberi pembinaan kepada sejumlah pedagang jajanan di sekolah dan guru UKS di Balai Pekon Sidoharjo, Senin (26/8/2019). 

Sri Wulan mengatakan, dalam mengantisipasi jajajanan dengan bahan berbahaya di sekolah, memerlukan sebuah Tim Menjamin Keamanan Pangan Sekolah dan komunitas dalam mendukung penjaminan keamanan pangan.

Dia mengungkapkan tim yang menjamin keamanan pangan tersebut mandiri dan bertanggungjawab kepada kepala sekolah.

Sri Wulan menyarankan supaya yang memimpin tim tersebut adalah guru UKS yang beranggotakan guru, perwakilan orang tua murid dan kelompok siswa.

Kemudian didukung orang tua murid yang berperan sebagai anggota komunitas sekolah dalam penjaminan keamanan pangan.

Yakni dengan cara mendukung upaya peningkatan keamanan pangan sekolah.

Kemudian, membiasakan anak-anaknya untuk berprilaku sehat, dan menyiapkan bekal makanan yang aman untuk dibawa anaknya ke sekolah. Serta menangani anak yang sakit dengan tepat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Pemkab Pringsewu John Drawardi mengungkapkan dalam PP Nomor 28 Tahun 2014 tentang Keamanan,Mutu, dan Gizi Pangan menyebutkan bahwa pangan yang aman, bermutu, dan bergizi seimbang sangat penting bagi pertumbuhan.

Bocah 5 Tahun Meninggal Usai Makan Jajanan Warung Rp 500, Begini Penjelasan Dokter

Selain itu, kata dia, juga penting bagi pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan serta peningkatan kecerdasan bangsa.

Dia berharap penanganan keamanan pangan diarahkan untuk dapat menjamin tersedianya pangan yang aman terutama pangan yang segar untuk dikonsumsi masyarakat.

Namun, John Drawardi mengungkapkan bila masyarakat pada umumnya belum memahami pentingnya mengonsumsi pangan yang aman, baik itu penjual maupun pembeli.

Halaman
123
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved