Tribun Bandar Lampung

Polisi Buru 3 Pelaku Pengeroyokan Seniman Mural di Underpass Unila

Polisi hingga kini masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Hanif
Kapolsek Kedaton Kompol M Daud mengatakan polisi masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila. 

Diproses Hukum

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta kasus penganiayaan terhadap seniman mural underpass Unila diusut tuntas.

Ia berharap para pelaku dapat diproses secara hukum.

Hal ini diungkapkan Herman HN seusai mendapatkan kabar terkait aksi kekerasan yang dialami pelukis mural saat sedang bekerja di underpass Unila, Minggu (15/9/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

"Ini saya minta diproses hukum, baik orangnya maupun kendaraan harus ditahan," kata Herman.

Ia mengatakan, pengerjaan pelukisan mural tersebut untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, tidak boleh ada pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap para pelukis mural tersebut.

Diketahui, belasan seniman mural underpass Unila tibat-tiba diserang puluhan orang tak dikenal.

Awalnya, terjadi gesekan antara pengemudi roda empat yang berusaha menerobos jalan yang tengah ditutup guna melukis dinding underpass.

"Jadi awalnya itu sekitar pukul 03.00 WIB, saya lagi nyeket gambar, tiba-tiba dari arah Rajabasa turun mobil Daihatsu Xenia warna silver bernopol BE 2468 CN. Karena lokasi tidak memungkinkan kendaraan lewat, masih banyak kaleng cat di jalan, mobil dihentikan. Saya bilang tidak bisa lewat, tapi pengendara ngeyel mau nerobos," jelas Koordinator Teknis Pelukisan Mural, Kiki di Polsek Kedaton, kemarin.

Pengemudi lantas menabrak kaleng-kaleng cat serta motor.

Setelahnya pengemudi turun melakukan penyerangan.

"Di dalam mobil ada cewek satu, dan tiga orang pria turun, nyerang. Kami ya kurang dari 20 orang, bersitegang," paparnya.

Namun tak disangka, dari belangkang mobil puluhan orang tak dikenal datang dan ikut melakukan penyerangan.

"Dari situ kami kalang kabut, lari kocar-kacir nyalametin diri. Banyak yang kena sabet besi cor itu. Yang parah Andre karena ketinggal. Kena bagian kepalanya," sebutnya.

Ia meneruskan, beberapa rekan yang berhasil lari berkumpul di Mapolsek Kedaton.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved