Tribun Bandar Lampung

Polisi Buru 3 Pelaku Pengeroyokan Seniman Mural di Underpass Unila

Polisi hingga kini masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Hanif
Kapolsek Kedaton Kompol M Daud mengatakan polisi masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila. 

"Ya kami buat laporan dulu di sini," katanya.

Pasca penyerangan itu, satu korban dari seniman mural yang tengah melukis dinding underpas dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Adapun korban tersebut bernama Andre.

Sugiarto, ayah Andre, menyebutkan, anaknya langsung dilarikan oleh teman-temannya ke rumah sakit.

Beruntung, Andre masih tersadar.

"Pelipisnya robek sebelah kiri tadi ada sekitar tujuh jahitan," bebernya. Saat ini, Andre masih dirawat.

Dihentikan

Pasca penyerangan, aktivitas menggambar dinding underpas dihentikan sementara waktu.

Penghentian ini dilakukan agar tidak tejadi hal serupa hingga kondisi benar-benar aman.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung M Yudhi mengatakan, sementara waktu pihaknya menghentikan kegiatan mural di underpas hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Tentunya ke depan dilihat perkembangannya dulu, sementara kami berhenti dulu karena gak nyaman juga kalau ada bahaya lagi (seperti) beginian," ungkapnya.

Kata Yudhi, pihaknya akan mencari arahan dari pemerintah kota bagaimana langkah selanjutnya menyikapi kejadian ini.

"Karena ini repot juga kalau kita terus bekerja nanti ada kejadian besar lagi. Ini ada keributan berarti sudah ada tanda-tanda. Nah, kalau bisa damai dulu baru jalan lagi," tandasnya.

Terpisah, Koordinator Lapangan Kuas Lampung Damsi mengatakan pihaknya tidak akan menyelesaikan dulu gambar di underpas hingga benar-benar nyaman.

"Walaupun dijagaain tapi kalau gak nyaman gak bisa. Saya tegasin kami bukan tukang cat, kami pelukis, dan kami berjuang untuk bagus, dan ini yang diuntungkan juga warga sekitar," tegasnya.

Damsi pun mengakui jika akan ada jaminan kemananan dari Kapolsek jika pihaknya terus mengerjakan lukisan ini.

"Tapi menurut kami itu nggak cukup. Kami harus tahu jawaban kenapa orang ini berbuat ke kita, karena ini gak satu dua orang, tapi ini banyak, apa mereka gak mau underpass dilukis?" sebut Damsi.

Damsi pun akan menghentikan pekerjaan hingga pihaknya mendapat jaminan keselamatan dan juga adanya mediasi dari pihak yang menyerang. "Kalau sudah ada mediasi kami siap bekerja," tuturnya.

 VIDEO Pelukis Mural Underpass Unila Diserang Orang Tak Dikenal

Damsi menambahkan saat ini pihaknya sudah melakukan pembersihan dan alat-alat mural sehingga jalan underpass kembali dibuka.

"Kami hentikan kegiatan, teman teman juga sudah pulang," tandasnya.

Pantauan Tribun saat ini jalan underpas saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan dari dua sisi. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved