Tribun Bandar Lampung
Polisi Buru 3 Pelaku Pengeroyokan Seniman Mural di Underpass Unila
Polisi hingga kini masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
"Motif pertama oknum masyarakat yang menerobos ditegur dan gak terima kemudian ribut. Setelah ribut terjadi kasus pengeroyokan. Sementara korban dari pekerja seni," terang Daud.
Lanjut Daud, jumlah pelaku pengeroyokan belum diketahui pasti.
"Kalau informasinya di dalam (mobil) 4 pria dan satu perempuan. Tapi, kami belum tahu ada kaitannya dengan pengeroyokan atau tidak," katanya.
"Yang jelas ada (setelah ribut) beberapa kawan datang. Tapi perannya masih kami dalami, yang lain masih kami kejar," tegasnya.
• BREAKING NEWS - Terduga Pelaku Penyerangan Seniman Mural Underpass Unila Ngaku Habis Minum Vigur
• Fakta Penyerangan Seniman Mural di Underpass Unila, Wali Kota Bandar Lampung Sampai Berang
Terkait penghentian sementara waktu pekerjaan melukis underpas, Daud berharap proyek memperindah kota Bandar Lampung ini tetap terus berjalan.
"Pembangunan ini jangan sampai dihentikan dan dikalahkan oleh aksi premanisme. Kami siap mengawal dan mengamankan program pembangunan Kota Bandar Lampung sepanjang ada koordinasi," tandasnya.
Sementara TJ mengaku, saat terjadi baku hantam tengah berada di bawah pengaruh minuman keras.
"Jadi kami berlima dari kafe Rajabasa. Empat cowok, satu cewek. Abis minum Vigour," terangnya.
Kata TJ, pengemudi mobil berinisial J juga tengah mabuk berat.
"Lalu masuklah ke jalan itu (underpass) numbur-numbur cat. Terus kami berhenti, lalu saya turun mau minta maaf," kata pria yang sempat dipenjara selama tiga bulan karena perkara narkoba ini.
Namun ia tidak menyangka, rekannya dari belakang langsung memukul seniman yang tengah berhadapan dengan TJ.
"Belum minta maaf sudah dipukul duluan sama teman saya dari belakang. Saya langsung dipukul. Ya saya mau gak mau nangkis," sebutnya.
Masih kata dia, kemudian dua rekan lainnya turun dari mobil dan ikut melakukan tindak kekerasan. "Ya seperti itu," kata TJ.
TJ pun mengaku sudah keluar masuk penjara sebanyak tiga kali dengan perkara yang berbeda-beda.
"Terakhir Lapas Kotabumi karena narkoba. Baru 13 hari lalu keluar," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kapolsek-kedaton-kompol-m-daud-3.jpg)