Tribun Bandar Lampung

PT Way Halim Permai Adukan Oknum yang Akui 7,1 Hektare Lahan di Sekitar PKOR Way Halim

PT Way Halim Permai adukan oknum yang mengklaim lahan seluas sekitar 7,1 hektare, yang sempat menjadi tempat penampungan sementara pedagang PKOR.

PT Way Halim Permai Adukan Oknum yang Akui 7,1 Hektare Lahan di Sekitar PKOR Way Halim
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa/Istimewa
Ilustrasi - PT Way Halim Permai Adukan Oknum yang Akui 7,1 Hektare Lahan di Sekitar PKOR Way Halim. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Berusaha menghalangi saat eksekusi lahan, PT Way Halim Permai adukan oknum yang mengklaim lahan seluas sekitar 7,1 hektare, yang sempat menjadi tempat penampungan sementara pedagang PKOR.

Lahan sekitar 7,1 hektare yang terletak di Jalan Sultan Agung tersebut sebelumnya sempat menjadi sengketa.

Namun, sesuai dengan surat keputuan Mahkamah Agung (MA) Nomor 174 K/Pdt/2019 menyatakan untuk mengosongkan siapa saja yang menduduki tanah yang menjadi objek sengketa.

Direktur PT Way Halim Permai Tommy Soekianto Sanjoto mengatakan, permasalahan tersebut bermula dari mantan pegawainya yang berusaha mengusai lahan yang merupakan lahan miliknya.

Dishub Bandar Lampung Tempatkan Personel 24 Jam Amankan Jalur di Underpass Unila

BPPRD Bandar Lampung Sebut Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Baik Selama 2019

"Ada oknum yang berusaha menguasai tanah (lahan eks pedagang PKOR) ini, dan melakukan gugatan," ungkap Tommy Soekianto Sanjoto, Kamis 19 September 2019.

Tommy Soekianto Sanjoto melanjutkan, hasil gugatan tersebut sesuai dalam putusan kasasi MA bahwa sita eksekusi atas lahan tersebut diperbolehkan.

"Tapi kepemilikan tidak boleh, dan dia (oknum) menyatakan telah menguasai tanah seluas 7,1 hektare tersebut," kata Tommy Soekianto Sanjoto.

Tommy Soekianto Sanjoto pun menampik, jika itu lahan menjadi sebuah lahan sengketa.

Akan tetapi, terus Tommy Soekianto Sanjoto, saat sita eksekusi lahan dari pedagang yang berlangsung beberapa waktu lalu, sempat diwarnai perlawanan dari oknum yang tidak lain adalah yang menyewakan lahan tersebut.

"Atas perihal ini (perlawanan eksekusi lahan) saya laporan ke polisi, kami meminta polisi agar menindaklanjuti supaya jelas," tandas Tommy Soekianto Sanjoto.

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Bandar Lampung, Kamis 19 September 2019

Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Ikut Meramaikan Acara Tribun Lampung Bersama UT

Adapun berkas laporan tersebut tertuang dalam nomor polisi LP/B-1/3483/VIII/2019/SPKT/Resta Balam.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi pun tak menampik adanya laporan tersebut dan saat ini masih dalam penyelidikan.

"Masih lidik," ungkap Rosef Efendi. (tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved