Tribun Lampung Selatan

Daun Kelor, dari Mistik hingga Cegah Stunting di Masyarakat Lewat Gertak Pelor di Way Panji Lamsel

Seorang ibu rumah tangga terlihat memilih daun kelor (moringa oleifera) yang masih muda, tak jauh dari pekarangan rumahnya.

Daun Kelor, dari Mistik hingga Cegah Stunting di Masyarakat Lewat Gertak Pelor di Way Panji Lamsel
intisari online
Daun Kelor 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAY PANJI - Seorang ibu rumah tangga terlihat memilih daun kelor (moringa oleifera) yang masih muda, tak jauh dari pekarangan rumahnya.

Daun-daun kecil hijau itu ia taruh pada tempat kecil. Selang beberapa saat, ia pulang ke rumahnya dan daun kelor muda nan segar tersebut, akan diubahnya menjadi menu masakan bagi keluarganya.

Dan mengkonsumsi daun kelor, kini jadi kebiasaan masyarakat di wilayah Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan.

Perlahan masyarakat mengetahui kandungan gizi dari daun kelor. Padahal sebelumnya masyarakat mengenal daun ini sebagai daun yang bisa menawar hal-hal yang bersifat mistik saja.

Perubahan pandangan masyarakat di di Kecamatan Candipuro ini tak lepas dari peran Puskesmas Rawat Inap setempat.

Sebab, sejak tiga bulan terakhir, puskesmas rajin mengkampanyekan pemanfaatan daun kelor yang kaya gizi sebagai upaya mengatasi dan mengurangi gangguan pertumbuhan pada anak (stunting).

Puskesmas Rawat Inap Candipuro menggalakankan pemanfaatan daun kelor melalui Gerakan Serentak Menanam Pohon Kelor (Gertak Pelor).

Di mana setiap rumah didorong memiliki pohon kelor minimal 1 pohon.

13 Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Anemia

Dan tentunya bukan tanpa alasan gerakan ini dilakukan Puskesmas Rawat Inap Candipuro di Desa Titiwangi.

Karena dari data puskemsas, setidaknya ada tiga desa di kecamatan tersebut yang ditemukan kasusstunting.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved