Tribun Bandar Lampung

FSBKU Tolak Penetapan UMP Lampung Rp 2,4, Juta, Sebut Tak Sesuai KHL

Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung menyatakan menolak penetapan kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP) Lampung sebesar Rp. 2.432.001.57.

FSBKU Tolak Penetapan UMP Lampung Rp 2,4, Juta, Sebut Tak Sesuai KHL
Istimewa via BangkaPos.com
Ilustrasi - FSBKU Tolak Penetapan UMP Lampung Rp 2,4, Juta, Sebut Tak Sesuai KHL 

Laporan Reporter Tribunlampung Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung menyatakan menolak penetapan kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP) Lampung sebesar Rp. 2.432.001.57.

Ketua Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Tri Susilo menyatakan dengan tegas menolak kenaikan UMP Lampung hanya 8,51% saja.

Pasalnya, dengan jumlah itu dinilai belum bisa mencukupi kehidupan para buruh dan masyarakat luas yang ada di provinsi Lampung.

"Kenaikan itu (UMP) minim sekali, jujur kami menolak kenaikan hanya 8.51 persen," jelas Tri.

Ditambah lagi, kata dia, pada 2020 nanti BPJS Kesehatan menaikan iurannya hingga dua kali lipat.

"ini sungguh tidak masuk akal. ini jelas tidak sesuai dengan survei KHL (Kebutuhan Hidup Layak)," tegasnya.

Berdasarkan hal itu, pihaknya akan menggelar aksi penolakan terhadap penetapan UMP Lampung yang direncanakan pada 10 November 2019 mendatang.

Hari itu juga bertepatan dengan hari pahlawan sehingga para serikat buruh terpanggil untuk memperjuangkan nasih para buruh di Provinsi Lampung.

"Kami berencana akan melakukan aksi penolakan terhadap ini, kami akan lakukan pada 10 November nanti yang bertepatan dengan hari pahlawan," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved