KDRT di Lampung Tengah

Kronologi Istri Siram Suami dengan Air Keras di Lampung Tengah

Berdasarkan keterangan korban kepada penyidik kepolisian, saat kejadian ia pulang ke rumah, Senin (18/11) di Kampung Utama Jaya.

Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
GrafisTribun/Dodi
Ilustrasi - Kronologi Istri Siram Suami dengan Air Keras di Lampung Tengah 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,SEPUTIHMATARAM - Korban penyiraman air keras di Kampung Utama Jaya, Kecamatan Seputih Mataram, Panut alias Bibit (35), mengaku bahwa ia dan sang istri pisah ranjang sejak satu bulan terakhir.

Namun begitu, hubungan yang kurang harmonis antara korban dan pelaku yang masih berstatus sebagai suami-istri, rupanya membuat pelaku Tri Wahyuni lebih emosi kepada korban lantaran alasan Panut tak memberi uang untuk biaya berobat anak mereka yang masih kecil.

Berdasarkan keterangan korban kepada penyidik kepolisian, saat kejadian ia pulang ke rumah, Senin (18/11) di Kampung Utama Jaya.

Korban masuk dari pintu ruangan depan, namun curiga melihat pintu belakang rumah terbuka.

"Saat bergegas ke belakang itu lah, dari belakang saya langsung disiram dengan cairan dan membuat bagian wajah saya panas dan seperti melepuh," terang Panut.

Akibat siraman cairan itu juga, korban berteriak-teriak minta tolong kepada tetangga mereka.

BREAKING NEWS - Gara-gara Nafkah Anak, Istri Siram Suami dengan Air Keras Dibantu Selingkuhannya

Setelah itu, Panut hanya merasakan pedih di bagian kulit wajah dan sebagian badannya. Lalu, ia dilarikan ke Puskemas Seputih Mataram untuk mendapatkan perawatan.

Tetangga korban mengatakan, pada saat kejadian mendengar suara teriakan kesakitan dari dalam rumah.

Kemudian terlihat Panut keluar rumah meminta warga membawanya ke rumah sakit.

Salah seorang tetangga korban menjelaskan, saat peristiwa itu Panut hanya menutupi bagian wajahnya dengan alasan pedih.

"Ia hanya menjelaskan jika saat pulang, tiba-tiba ada yang menyiramnya dengan cairan dari arah belakang. Ia tidak melihat siapa yang menyiram dan hanya minta tolong supaya dibawa ke Puskemas," kata narasumber yang enggan disebut namanya.

Melihat kondisi Panut yang meringis, warga yang berdatangan lalu membawa korban ke Puskesmas Seputih Mataram.

Beruntung, korban cepat mendapat perawatan sehingga luka akibat siraman air keras tak berakibat fatal.

Gara-gara Nafkah Anak

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved