KDRT di Lampung Tengah

Kronologi Istri Siram Suami dengan Air Keras di Lampung Tengah

Berdasarkan keterangan korban kepada penyidik kepolisian, saat kejadian ia pulang ke rumah, Senin (18/11) di Kampung Utama Jaya.

Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
GrafisTribun/Dodi
Ilustrasi - Kronologi Istri Siram Suami dengan Air Keras di Lampung Tengah 

Alasan tak lagi memberi nafkah untuk sang buah hati, seorang istri di Kampung Utama Jaya, Kecamatan Seputih Mataram siram suami dengan air keras.

Nahas buat korban Panut alias Bibit (45), sudah jatuh tertimpa tangga, aksi sang istri Tri Wahyuni (27) yang melakukan penyiraman rupanya dibantu oleh orang lain yang selama ini rupanya menjadi lelaki idaman lain Tri Wahyuni, yakni Toni Wibowo (30) warga Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar.

Akibat aksi penyiraman itu, Panut harus mengalami luka melepuh di bagian wajah hingga badannya.

Ia juga harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Pengakuan Tri Wahyuni kepada penyidik Polsek Seputih Mataram, Selasa (26/11/2019), ia kesal dengan Panut lantaran tak bisa lagi berkomunikasi, dan pada waktu hampir bersamaan anak mereka sakit dan butuh perawatan.

6 Anjing Disiram Air Keras, 4 Diantaranya Tewas Mengenaskan. Penyelamat Ungkap Kejanggalan

"Saya emosi karena minta uang untuk berobat anak tapi dia (Panut) gak pernah kasih. Padahal anak butuh uang buat berobat sudah satu Minggu terakhir ini," jelas Tri Wahyuni.

Selain itu, aksi penyiraman air keras kepada Panut rupanya juga sudah direncanakan oleh Tri Wahyuni.

Ia berniat membuat sang suami cacat dengan alasan ia tak bisa lagi dekat dengan wanita lain.

Istri Tak Mau Diajak Pulang dari Rumah Orangtua, Suami Siram Tubuhnya dengan Seember Air Keras

"Ia memang saya niat buat dia cacat fisik, tujuannya supaya dia gak laku lagi (disukai wanita lain). Saya gunakan (siram) air keras dengan tujuan supaya cacat fisik," bebernya.

Tri Wahyuni rupanya tak menyesal dengan perbuatannya kepada lelaki yang sudah tiga tahun terakhir mendampinginya itu. Tri hanya menyesalkan harus terpisah dengan buah hatinya selama nanti ia menjalani hukuman di penjara.

Istri Disiram Seember Air Keras

Gara-gara emosi istri menolak diajak pulang ke rumah, pria di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan ini tega membunuh istri dengan menyiram air keras.

Teguh menyiram tubuh Ema Malyani istrinya dengan seembar cairan asam hingga tubuhnya terbakar dan meninggal dunia.

Usai melakukan tidakan sadisnya, Teguh kabur dan menghilang.

Polsek Penukal Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menangkap Teguh (24), tersangka pembunuh istrinya, Ema Malyani (24), Sabtu (20/7/2019) malam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved