Korupsi RSUD Pringsewu

5 Fakta Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Pringsewu, Ini Alat Bukti yang Mendukung Penetapan Tersangka

Kedua tersangka masing-masing berasal dari unsur pemerintahan dan swasta dengan inisial MN dari pihak swasta dan SR dari pihak pemerintahan.

5 Fakta Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Pringsewu, Ini Alat Bukti yang Mendukung Penetapan Tersangka
tribunlampung.co.id/r didik budiawan c
5 Fakta Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Pringsewu, Ini Alat Bukti yang Mendukung Penetapan Tersangka 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu Asep Sontani Sunarya mengungkapkan nilai pasti kerugian negara tersebut Rp 717 juta.

Kerugian itu dari nilai bangunan sebesar Rp 3,9 miliar.

"Kerugian negara Rp 717 juta," jelas Asep Sontani Sunarya.

Asep Sontani Sunarya menambahkan, untuk penanganan pidana korupsi, khususnya kontruksi, memerlukan proses yang tidak singkat.

Selain itu, kata Asep Sontani Sunarya, untuk mengetahui daripada kualitas kontruksi itu sendiri, Kejari memerlukan ahli.

Demikian juga untuk menghitung dari pada kerugian memerlukan ahli, dalam hal ini BPKP.

"Saat ini rangkaian proses dari pada penyelidikkan dan penyidikkan sudah ada hasil," ungkap Asep Sontani Sunarya.

Selanjutnya setelah penetapan tersangka, pihaknya akan melakukan penyidikan khusus terhadap kedua tersangka tersebut.

Penahanan Tergantung Penyidik

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu menyerahkan kepada penyidik untuk langkah yang akan diambil terhadap 2 tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung rawat inap Kelas III RSUD Pringsewu.

Halaman
1234
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved