Kisah Gus Dur yang Bertengkar dengan Megawati, Ujungnya Minta Nasi Goreng
Megawati menyampaikan bahwa saat "berantem", ia enggan bertemu dengan Gus Dur.
Penulis: taryono | Editor: taryono
Kasus itu kemudian bergulir di DPR dengan pembentukan panitia khusus.
Gus Dur tidak pernah diputuskan bersalah oleh pengadilan dalam kasus Buloggate atau Bruneigate.
Namun, kasus itu selama ini dianggap menjadi pintu masuk untuk pemakzulannya.
Hingga kemudian, jabatan Gus Dur sebagai presiden dicopot dalam Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001.
Gus Dur digantikan oleh Megawati, yang sebelumnya menjabat wapres.
Tokoh toleran Terlepas dari sosoknya yang kontroversial, Gus Dur dinilai banyak orang telah mewariskan semangat persatuan dalam keragaman.
Selama ini Gus Dur memang dikenal sebagai tokoh yang mengedepankan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Pemikiran Gus Dur tentang toleransi pun semakin dirindukan, terutama dalam kondisi maraknya penyebaran ujaran kebencian berlandaskan perbedaan, seperti saat ini.
Hal ini pun diakui Presiden Joko Widodo.
Jokowi mengenang Gus Dur sebagai tokoh yang mengingatkan bawa Indonesia merupakan milik bersama, bukan milik golongan atau perseorangan.
"Saya percaya, Gus Dur pasti gemes, geregetan, kalau melihat ada kelompok yang meremehkan konstitusi, mengabaikan kemajemukan, memaksakan kehendak, melakukan kekerasan, radikalisme dan terorisme," kata Jokowi saat memberikan sambutan di Haul Gus Dur ke-7 di Jakarta, Jumat (23/12/2016). (Tribunlampung.co.id)