Longsor di Bandar Lampung
Warga Sempat Dengar Gemuruh Sebelum Material Batu Besar Menghantam Rumah
Sebelum material batu menghantam rumah di Kaliawi, warga sempat dengar gemuruh disusul teriakan minta tolong.
Penulis: Joviter Muhammad | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebelum material batu sebesar 3x2 meter persegi menimpa sebuah rumah di Jalan Agus Salim Gang Kapten Abdul Wahab, Kelurahan Kaliawi Kecamatan Tanjungkarang Pusat terdengar suara gemuruh.
Kejadian yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari ini disusul suara teriakan minta tolong.
"Suaranya lumayan gede, seperti batu tapi digelindingin gitu," ungkap Putra (30) tetangga korban.
Putra yang saat itu belum tidur mendengar jelas suara tersebut. Antara rumah dia dan korban hanya berjarak 5 mater.
"Setelah dari itu saya dengar kok ada yang minta tolong," jelasnya.
Mendengar ada suara orang minta tolong, Putra akhirnya keluar rumah.
Ternyata rumah yang dihuni Tukul Mulyono sudah hancur di hantam batu material longsoran Gunung Bantahan.
Selain Putra warga lain ikut berhamburan keluar rumah. Banyak yang menduga rumah yang dihuni 5 orang anggota keluarga ini tewas terhimpit batu.
Namun setelah dipastikan, hanya kepala keluarga yang mengalami luka ringan. "Yang lain sih gak ada apa apa (luka), cuma bapaknya aja yang kena," katanya.
Sementara adik korban Ari Triningsi (43) mengatakan saat kejadian korban sedang tidur. Tiba tiba batu menghantam rumah dan menghancurkan bagian depan rumah.
"Ya kalau dilihat dari posisinya batu itu ada di ruang tamu sama ruang tengah rumah," jelasnya.
Ari memastikan kakaknya dan ponakan selamat dari musibah tersebut. "Cuma luka di jidat. Sudah di jahit 25 jahitan," terangnya.
Terjadi Dini Hari Setelah 3 Jam Hujan Reda
Bencana longsor yang menimpa satu rumah warga di Jalan Agus Salim Gang Kapten Abdul Wahab, Kemiling terjadi setelah hujan reda.
Ketua RT 17 LK2 Kelurahan Kaliawi Kecamatan Tanjungkarang Pusat M Yunus menyatakan kejadian terjadi 3 jam setelah hujan reda.