Demo Guru Honor di Lamteng

Komisi IV DPRD Lamteng Akan Panggil Dinas Pendidikan, Cari Tahu Data Pasti Guru Honorer

Komisi IV DPRD Lampung Tengah akan mencari tahu data pasti jumlah guru honorer di kabupaten Lamteng.

Komisi IV DPRD Lamteng Akan Panggil Dinas Pendidikan, Cari Tahu Data Pasti Guru Honorer
tribunlampung.co.id/syamsir alam
Puluhan guru honorer di Lamteng mendatangi kantor DPRD Lamteng untuk memperjuangkan nasibnya, Selasa (14/1/2020). Dalam waktu dekat, Komisi IV DPRD Lamteng akan panggil Dinas Pendidikan, untuk mencari tahu data pasti jumlah guru honorer di Lamteng. 

Sementara insentif yang didapat dari Pemkot Bandar Lampung sebesar Rp1,3 juta yang cair tiap enam bulan sekali.

Setelah acara ini para guru akan mencairkan uangnya menggunakan buku tabungan ke Bank.

"Yang insentif dari pemkot itu sebulan Rp 200 ribu, ditambah 100 ribu per enam bulan jadinya sekali cair Rp 1,3 juta. Nggak ada ATM jadi ambilnya pakai buku tabungan," ujar lulusan PGSD Universitas Terbuka itu.

Diakui Yuli anaknya yang pertama kelas 5 SD dan anak ke dua masih TK.

Honor yang didapatkan menurutnya dicukup-cukupkan ditunjang dengan penghasilan suami yang bekerja sebagai buruh.

"Suami saya buruh. Anak pada sekolah semua, ya dicukup-cukupkan," cerita perempuan berhijab yang bahkan sudsh datang sedari pagi pukul 08.00 WIB ini.

Dia hanya bisa berpasrah dan berharap ada pengangkatan PNS melalui K3.

"Katanya sih yang udah umur akan ada pengangkatan honor K3. Saya pasrah sama nasib," tambahnya.

Guru honor lainnya Siti Nurhasanah mengajar di MI Al Muhajirin Kecamatan Panjang.

Perempuan 40 tahun ini mengaku honor sejak tahun 1997.

"Kalau gaji honor dari sekolah Rp 500 ribu tiap bulan yang cair per tiga bulan," beber ibu tiga anak ini.

Siti bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemkot Bandar Lampung untuk menyejahterakan guru honor.

"Tadi kata Pak Wali Kota kalau pendapatan daerah semakin baik, tahun depan insentif dinaikkan jadi Rp 1,5 juta per 6 bulan atau Rp 3 juta setahun," ungkapnya.

Menurutnya menjadi guru honor memang pilihan untuk mengabdikan ilmu.

Karena menurutnya sayang jika ilmu sebagai guru tidak tersalurkan sesuai jalurnya.

"Yang membuat bertahan ya katena ilmu kita tersalurkan. Sesuai bidangnya," beber lulusan UIN PGMI itu.

Terlebih dirinya tidak bisa lagi mendaftar CPNS karena umur.

"Saya udah pernah nyoba CPNS 4 atau sampai 5 kali, tapi belum nasibnya," ucapnya pelan.

Namun Siti mengaku terbantu dengan pekerjaan suami sebagai angkatan laut.

"Alhamdulillah suami angkatan laut jadi kebantu, dan tabah aja ngikutin nasib," kata Siti.(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

#Komisi IV DPRD Lamteng Akan Panggil Dinas Pendidikan, Cari Tahu Data Pasti Guru Honorer

Penulis: syamsiralam
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved