Dugaan Korupsi Disdik Pesbar

Perkara Korupsi Disdik Pesisir Barat Hasil Pengembangan Arif Usman dan Evan Mardiansyah

Dimana uang senilai Rp 400 juta sudah diserahkan pada tahap awal kepada terdakwa sebagai syarat agar kontrak ditandatangani.

Perkara Korupsi Disdik Pesisir Barat Hasil Pengembangan Arif Usman dan Evan Mardiansyah
Tribun Lampung/Hanif
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat nonaktif Hapzi (kanan) duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (16/1/2020). Hapzi didakwa menyelewengkan dana pengadaan mebel SD dan SMP sebesar Rp 643 juta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perkara korupsi pengadaan fasilitas pendidikan yang menjerat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat Hapzi merupakan hasil pengembangan.

Jaksa penuntut umum (JPU) Bambang Irawan menuturkan, ini merupakan hasil pengembangan terdakwa Arif Usman dan Evan Mardiansyah yang perkaranya sudah diputus terlebih dahulu.

Polanya, kata JPU, terdakwa Hapzi terindikasi menyalahgunakan kewenangan selaku PPK.

"Yang mana tidak mau menerbitkan kontrak dan setelah mendapatkan aliran (dana) langsung menandatangani," ujarnya.

Dari hasil penghitungan, kerugian negara atas pengadaan ini senilai Rp  643.950.719.

Diberi Rp 400 Juta, Kadisdik Pesisir Barat Baru Mau Teken Kontrak

BREAKING NEWS Korupsi Mebel Rp 643 Juta, Kadisdik Pesisir Barat Disidang

BREAKING NEWS Bawa Motor Tanpa Pelat, Dua Begal Diringkus Satlantas

Kronologi Kecelakaan Maut di Jalinsum yang Tewaskan Mahasiswa asal Bakauheni

Dimana uang senilai Rp 400 juta sudah diserahkan pada tahap awal kepada terdakwa sebagai syarat agar kontrak ditandatangani.

Minta imbalan Rp 400 juta, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat Hapzi baru mau meneken kontrak pengadaan laptop dan mebel SD dan SMP.

Hal ini terungkap dalam persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan fasilitas pendidikan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (16/1/2020).

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) Bambang Irawan mengatakan, lantaran kontrak belum ditandatangani sementara pesanan mebel telah produksi, Evan Mardiasnyah melalui saksi Andri Yanto memiliki inisiatif.

"Inisiatifnya untuk menemui saksi Eka Gunadi Rabi yang tidak lain orang dekat dan masih ada hubungan keluarga dengan terdakwa Hapzi. Dengan tujuan meminta bantuan kepada Eka Gunadi Rabi agar terdakwa menandatangani SPPBJ dan kontrak," katanya.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved