Sidang Kasus Dugaan Suap Lampura

Ikut Diperiksa KPK, Istri dan Ibu Bupati Nonaktif Lampura Datangi BPKP Lampung

Endah Karika Prajawati istri tersangka AIM dan Maria Mery ibu dari tersangka AIM beserta sejumlah keluarga AIM tampak berjalan bersamaan.

tribunlampung.co.id/kiki adipratama
Rekaman CCTV BPKP Lampung memperlihatkan istri dan ibu dari bupati nonaktif Lampung Utara berjalan bersamaan memasuki gedung BPKP Lampung, Sabtu (25/1/2020). Keduanya ikut diperiksa sebagai saksi oleh KPK. 

Terlihat ada lima kendaraan roda empat terparkir di depan kantor BPKP.

Penyidik KPK dikabarkan memeriksa enam saksi.

Salah satunya adalah Komisioner KPU Lampung Utara Aprizal Ria.

Aprizal diperiksa terkait berkas tersangka Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Keenam saksi yang diperiksa KPK untuk mendalami perkara atas tersangka Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

"(Diperiksa) Dalam perkara AIM," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (24/1/2020).

Keenamnya diperiksa untuk mendalami sejauh mana mengetahui tindak pidana suap fee proyek Lampung Utara.

"Terkait suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara," terangnya.

Disinggung keterkaitan komisioner KPU Lampung Utara dalam perkara ini, Ali tidak mau berkomentar.

Salah satu saksi yang diperiksa penyidik KPK adalah seorang komisioner KPU.

Ada enam saksi yang diperiksa di Kantor BPKP, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Jumat (24/1/2020).

Mereka diperiksa terkait perkara dugaan suap fee proyek di Lampung Utara.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengakui adanya salah satu saksi dari unsur komisioner KPU.

"Ya (dari KPU)," ungkap Ali melalui pesan singkat, Jumat (24/1/2020).

Saksi dari KPU Lampung Utara itu bernama Aprizal Ria.

"Izal, komisioner KPU Lampung Utara," katanya.

Sementara saksi lainnya yakni Organa Putra (swasta), Tohir Hasyim (swasta), Hadi Kesuma (kontraktor), Nico (kontraktor), Guntur Laksana (kontraktor).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan ada enam orang saksi yang menjalani pemeriksaan di Bandar Lampung.

Mereka diperiksa terkait perkara dugaan suap fee proyek di Lampung Utara.

"Ya, hari ini dilakukan pemeriksan enam orang saksi," kata Ali melalui pesan singkat, Jumat (24/1/2020).

Ali mengatakan, keenamnya diperiksa di Kantor BPKP, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung.

"Di kantor BPKP," ujarnya.

KPK terus mendalami perkara dugaan suap fee proyek di Lampung Utara.

Sejumlah saksi kembali diperiksa penyidik KPK, Jumat (24/1/2020).

Kali ini, pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung.

Dari informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, setidaknya ada enam orang saksi yang dimintai keterangan.

Adapun keenam saksi ini terdiri dari lima orang pihak swasta dan satu orang dari pihak KPU.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan enam orang tersangka dalam perkara dugaan suap fee proyek Lampung Utara.

Mereka adalah Bupati Lampung Utara Agung llmu Mangkunegara (AIM), orang kepercayaan bupati Raden Syahril (RSY), Kadis PUPR Lampung Utara Syahbudin (SYH), Kadis Perdagangan Lampung Utara Wan Hendri (WHN), pihak swasta Candra Safari (CHS), dan Hendra Wijaya Saleh (HSW).

Dari keenam tersangka, dua orang sudah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Keduanya yakni Candra Safari dan Hendra Wijaya Saleh.

Sementara empat tersangka lainnya masih dalam pemeriksaan. (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama/Hanif Mustafa)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved