Tribun Tulangbawang

Modal Rp 30 Juta per Tambak Raib karena Udang Terserang Virus Myo

Anul Mukhlis, petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, mengatakan, ada serangan virus myo atau infectious myo necrosis virus (IMNV).

Modal Rp 30 Juta per Tambak Raib karena Udang Terserang Virus Myo
TRIBUN LAMPUNG/Endra Zulkarnain
Ilustrasi - Tambak udang di Rawajitu Timur, Tulangbawang. Petambak udang terancam gagal panen karena serangan virus myo. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAJITU - Petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang terancam gagal panen.

Pasalnya, banyak udang mati di tambak karena terserang virus.

Mereka resah lantaran dibayang-bayangi kerugian.

Anul Mukhlis, petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, mengatakan, ada serangan virus myo atau infectious myo necrosis virus (IMNV).

"Udang saya baru berumur 10 sampai 45 hari tiba-tiba mati mendadak akibat terserang virus myo," terang Anul, Minggu (26/1/2020).

Ribuan Ikan Mati Diduga karena Gas Beracun, Petambak di Lampung Utara Rugi Miliaran Rupiah

Kisah Tragis Peternak Ikan Way Rarem, Baru Tebar 10 Ton Ikan Langsung Mati

Penembakan Petani di Register 45 Mesuji Dipicu Perebutan Lahan Garapan

KPK Periksa 33 Saksi Terkait Bupati Agung, Mulai dari Istri hingga Ibu Kandung

Diduga, virus tersebut menyerang udang sejak sebulan belakangan ini akibat peralihan musim.

Sejak Desember 2019, udang di tambak tiba-tiba mati.

"Virus ini datang akibat pergantian musim dari kemarau ke musim hujan. Perubahan musim ini berdampak pada suhu dan pH air di tambak," tutur Mukhlis.

Mukhlis mengaku terancam merugi lantaran benih udang vannamei atau udang putih miliknya diserang virus. 

Padahal, dalam satu tambak berukuran seperempat hektare ia harus merogoh kocek Rp 15 juta hingga Rp 30 juta.

Halaman
12
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved