Sidang Kasus Bentrok Mesuji

BREAKING NEWS Tak Terima Suami Jadi Korban Bentrok Mesuji, Wanita Ini Menjerit Histeris di Depan Sel

Pengadilan Negeri Tanjungkarang menggelar sidang lanjutan kasus bentrok Register 45 Mesuji, Kamis 30 Januari 2020.

BREAKING NEWS Tak Terima Suami Jadi Korban Bentrok Mesuji, Wanita Ini Menjerit Histeris di Depan Sel
Tribunlampung.co.id/Hanif
Istri korban menjerit histeris di depan sel sementara. BREAKING NEWS Tak Terima Suami Jadi Korban Bentrok Mesuji, Wanita Ini Menjerit Histeris di Depan Sel 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PN Tanjungkarang menggelar sidang lanjutan kasus bentrok Register 45 Mesuji, Kamis 30 Januari 2020.

Sebelum sidang dimulai, salah satu istri korban menjerit histeris di depan sel sementara.

Pantauan Tribunlampung.co.id, wanita yang menggunakan kerudung merah dengan menggunakan kemeja kotak kotak merah menjerit histeris di depan sel.

Wanita yang diketahui bernama Noviana ini terus menjerit memanggil-manggil nama Yudi.

Diketahui Yudi adalah salah satu terdakwa dalam perkara bentrok Mesuji yang mengakibatkan korban meninggal.

4 Tersangka Kerusuhan Register 45 Mesuji Jalani Sidang Perdana, Ini Kata Jaksa Penuntut Umum

Ada 37 Adegan, Polda Lampung Gelar Rekonstruksi Kerusuhan Register 45 Mesuji

Atas peristiwa tersebut, empat terdakwa Sunaryo alias Wahyudi, Rojiman, Ahmad Syaifuddin, dan Sumarlan alias Jumarlan pun dikawal ketat oleh Polisi bersenjata lengkap.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri Tanjungkarang menggelar sidang perkara bentrok antara kelompok Mekar Jaya Abadi dan Mesuji Raya.

Empat orang yang dianggap memiliki peran vital dalam kerusuhan di Register 45 Mesuji tersebut duduk di kursi pesakitan ruang sidang utama cakra, Rabu 18 Desember 2019.

Keempatnya yakni Sunaryo alias Wahyudi, Rojiman, Ahmad Syaifuddin, dan Sumarlan alias Jumarlan alias Lan warga Kampung Mekar Jaya Abadi Desa Mekar Jaya Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji.

Dalam sidang perdana ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ponco Santoso mengatakan keempatnya dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama telah menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan maut.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved