Razia Knalpot Racing di Bandar Lampung

Knalpot Racing Bisa Jadi Faktor Penyebab Lakalantas, Ini Tips Berkendara Ala Kasatlantas Polresta

Lakalantas disebabkan banyak faktor, salah satunya karena mengubah knalpot standar dengan knalpot racing.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Noval Andriansyah
tribunlampung.co.id/joviter muhammad
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Bandar Lampung Iptu M Anis saat memusnahkan knalpot racing hasil razia di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (13/2/2020). 

Perubahan ini, kata Reza Khomeni, harus sesuai dengan yang tercantum di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Seperti mobil yang kami amankan ini, dia mengubah warna aslinya putih dibranding warna biru. Seharusnya diikuti perubahan di STNK juga," kata Reza Khomeni, Kamis (13/2/2020).

Namun yang menjadi masalah, lanjut Reza Khomeni, knalpot asli bawaan kendaraan yang sudah standar pabrik justru diubah dengan membuang saringan.

Sehingga, kata Reza Khomeni, suara asli kendaraan jadi lebih bising.

Menurut Reza Khomeni, selain mengganggu pengendara lain, knalpot racing kerap digunakan untuk balapan liar.

"Menjadi penyebab kecelakaan. Kami imbau pengendara untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kelengkapan kendaraan," tandas Reza Khomeni.

Menyesal Gunakan Knalpot Racing

Pemilik kendaraan bermotor hanya bisa pasrah saat aparat Satlantas Polresta Bandar Lampung mengeksekusi knalpot dibelah dengan mesin potong. 

Pemilik kendaraan sengaja dihadirkan untuk dapat melihat langsung pemusnahan knalpot yang tidak sesuai standar dan aturan. 

Imam, warga Way Halim Permai, Bandar Lampung, mengaku menyesal menggunakan knalpot racing.

Knalpot yang ia beli dengan harga Rp 850 ribu itu kini tak dapat digunakan lagi. 

"Iseng aja pake knalpot racing. Motor gede, suara knalpot juga harus gede," kata Imam, Kamis (13/2/2020). 

Menurut Imam, knalpot merek Proliner memang dikenal dengan suaranya yang bising dan cempreng.

Di kalangan anak muda, kata Imam, brand knalpot impor ini banyak digunakan karena harganya cukup terjangkau. 

"Lumayan (harga) karena ada yang sampe jutaan," imbuhnya. 

Imam mengaku tahu pengguna knalpot racing melanggar aturan lalu lintas.

Namun, demi mengikuti tren, ia rela melanggar aturan. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved