Setelah 8 Bulan, 12 Jasad Anggota TNI Korban Helikopter Jatuh di Papua Akhirnya Terungkap
Setelah 8 Bulan, 12 Jasad Anggota TNI Korban Helikopter Jatuh di Papua Akhirnya Terungkap
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Helikopter milik TNI jatuh di Papua hingga menyebabkan 12 prajurit TNI meninggal dunia. Setelah 8 bulan pemeriksaan, 12 jasad prajurit TNI tersebut akhirnya berhasil diidentifikasi.
Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Mabes TNI menyelidiki penyebab helikopter angkut MI 17 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Tim evakuasi telah menyerahkan flight data recorder (FDR) kepada Pupenerbad Mabes TNI untuk diteliti.
Warsito tak mau menduga-duga penyebab jatuhnya helikopter angkut milik TNI itu.
Ia pun enggan menanggapi klaim Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang menembak jatuh helikopter tersebut.
• Oknum Polisi Lari Terbirit saat Disergap POM TNI AU
• Viral Video Anggota TNI Setop Truk Overload di Tol Lampung, Hutama Karya Buka Suara
• KKB Papua Klaim Tembak Jatuh Helikopter TNI AD, Ini Tanggapan Kodam Cendrawasih
Jenderal bintang tiga itu meminta masyarakat tak berspekulasi mengenai penyebab jatuhnya helikopter MI 17 itu.
"Kita tunggu saja hasilnya. Saya belum bisa katakan helikopter tersebut jatuh karena apa," kata Warsito.
Sebelumnya, Warsito melepas delapan jenazah korban jatuhnya helikopter MI 17 dengan upacara militer menuju Surabaya dan Semarang.
Sementara, empat jenazah akan dilepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Selasa (18/2/2020).
Helikopter MI 17 milik TNI AD yang mengangkut 12 orang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang sejak 28 Juni 2019.
Setelah delapan bulan pencarian, keberadaan helikopter tersebut terlihat di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada 12 Februari 2020.
Pesawat itu dalam kondisi hancur.
Tim evakuasi berhasil mendarat pada ketinggian 11.000 kaki di Pegunungan Mandala pada 14 Februari 2020.
Untuk mencapai lokasi puing-puing helikopter, tim harus mendaki selama lima jam.
Tim evakuasi berhasil mencapai lokasi jatuhnya helikopter pada Jumat (14/2/2020).