Tribun Bandar Lampung

Dissos Bandar Lampung Tak Miliki Psikolog untuk Tangani Anjal Gepeng

Dissos Bandar Lampung mengakui minimnya fasilitas gedung dan ketiadaan tenaga psikolog untuk penanganan anak jalanan, pengemis dan orang gila.

Dissos Bandar Lampung Tak Miliki Psikolog untuk Tangani Anjal Gepeng
Tribunlampung.co.id/Sulis
Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dissos Bandar Lampung Muzarin Daud. Dissos Bandar Lampung Tak Miliki Psikolog untuk Tangani Anjal Gepeng 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Sosial (Dissos) Bandar Lampung mengakui minimnya fasilitas gedung dan ketiadaan tenaga psikolog untuk penanganan anak jalanan, pengemis, hingga psikotik (orgil) yang sudah tertangkap dan memerlukan tindakan lebih lanjut.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Bandar Lampung Muzarin Daud membeberkan, dalam penanganan masalah sosial sangat membutuhkan tenaga psikolog namun Dissos tidak memiliki itu.

"Kita berharap ada pengadaan pegawai untuk tenaga psikolog saat ada bukaan PNS lagi, atau setidaknya tenaga kontrak. Sekarang ini kita belum ada," ujar Muzarin di gedung Dissos setempat, Kamis (20/2/2020).

Mengenai penanganan, waktu rehabilitasi paling lama hanya satu bulan.

"Langkah yang kita lakukan bersama satpol PP, gepeng pengemis diberi pembinaan dan memanggil keluarganya. Kalaupun direhabilitasi, tidak lebih dari satu bulan," terangnya.

Data Dissos Bandar Lampung Baru 42 Lembaga Kesejahteraan Sosial Terakreditasi

Pohon Tumbang Timpa Bengkel, Camat TbU Akui Banyak Pohon Tua yang Harus Diremajakan

Jundup Merugi Rp 20 Juta Akibat Bengkelnya Tertimpa Pohon Tumbang

BREAKING NEWS Seratusan Buruh Lampung Gelar Aksi Tolak Omnibus Law di Kantor Pemprov

Ringkasnya waktu penanganan menurutnya karena keterbatasan tempat sementara permasalahan sosial yang ditangani selalu ada.

Ketika memang anak jalanan bermasalah dengan pendidikan, sambungnya, untuk itu pihaknya berkoordinasi dengan dinas pendidikan agar meneruskan sekolahnya.

"Tiga sudah kita tangani, datang lagi tiga. Jadi masalah sosialnya selalu ada setiap tahunnya. Kita sebatas melakukan pembinaan dan rehabilitasi karena usianya kebanyakan anak-anak," ungkap dia.

Di Bandar Lampung sendiri diakuinya di setiap kacamatanya ada 20 TKSK (tenaga kerja sosial kecamatan) yang diperbantukan untuk menangani permasalahan program masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kecamatan masing-masing.

Pihaknya juga bersinergi dengan LKS/LKSA untuk menangani banyaknya permasalahan sosial.

Halaman
123
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved