Tribun Bandar Lampung

Divonis 8 Tahun Penjara Tindak Pidana Cabul, Kakek Asal Gulak-Galik Minta Keringanan

Divonis hukuman selama 8 tahun, kakek terduga tindak pidana cabul pilih pikir-pikir untuk menentukan sikap atas putusan Majelis Hakim.

Divonis 8 Tahun Penjara Tindak Pidana Cabul, Kakek Asal Gulak-Galik Minta Keringanan
Tribunlampung.co.id/Hanif
Terdakwa Hasan Basri bersama keluarga seusai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Divonis 8 Tahun Penjara Tindak Pidana Cabul, Kakek Asal Gulak-Galik Minta Keringanan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Divonis hukuman selama 8 tahun, Hasan Basri kakek terduga tindak pidana cabul pilih pikir-pikir untuk menentukan sikap atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Penasihat Hukum Hasan, Anggi Fridayani Putri menuturkan hingga sampai saat ini pihaknya masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

"Kami masih pikir-pikir, batas waktu tujuh hari untuk menentukan sikap banding atau terima," kata penasihat hukum dari Posbakum ini, Jumat 28 Februari 2020.

Anggi pun menuturkan jika merujuk pada putusan perkara yang sama, vonis atas kliennya termasuk ringan.

"Putusan 8 tahun termasuk ringan karena tuntutan 15 tahun," sebutnya.

Kakek Cabuli Bocah Dituntut 15 Tahun Penjara, Penasihat Hukum Keberatan

Ajukan Pembelaan Perkara Kakek Cabul, PH Sebut Hasil Visum Terlalu Memaksa

Bikin Resah, Pelaku Judi Koprok di Bangun Rejo Manfaatkan Acara Hajatan untuk Membuka Lapak

9.000 Jamaah Lampung Urung Umrah, Kerajaan Arab Saudi Tangguhkan Seluruh Kunjungan

Meski demikian, lanjut Anggi, pihak keluarga dan terdakwa masih menginginkan pengurangan hukuman.

"Mengingat perkembangan dari tahap awal (pemeriksaan kepolisian) hingga proses persidangan selesai, terdakwa tidak mengakui melakukan perbuatan sebagaimana yang dicantumkan dalam surat dakwaan," tandasnya.

Dalam persidangan yang digelar pada Kamis 27 Februari 2020, Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph Ziraluo menyatakan terdakwa Hasan Basri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memaksa anak melakukan perbuatan cabul.

Pastra pun menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 8 Tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama 4 bulan.

Putusan ini pun lebih ringan dibandingkan tuntunan JPU, yang mana meminta majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp. 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved