Kecelakaan Kereta di Lampung Utara

PT KAI Sebut Perlintasan Kereta Api yang Tak Berpintu Wewenang Pemerintah Daerah

Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Sapto Hartoyo menjelaskan, untuk palang pintu perlintasan kereta api merupakan wewenang Dinas Perhubungan.

Kolase Dokumentasi Polsek Sungkai Utara
Toyota Avanza dengan nopol BE 1245 ND rusak parah setelah disambar kereta api babaranjang di perlintasan kereta api Jalan Dahlia, Kotabumi, Minggu (1/3/2020). PT KAI Sebut Perlintasan Kereta Api yang Tak Berpintu Wewenang Pemerintah Daerah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang tak bosan-bosannya mengingatkan, agar masyarakat berhati-hati ketika melintas di perlintasan kereta api.

Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Sapto Hartoyo mengungkapkan, masih banyak perlintasan kereta api di Lampung yang tak berpintu.

Untuk itu, kata Sapto, pemerintah daerah harus mengevaluasinya.

"Kami turut prihatin dengan kejadian kecelakaan mobil yang tertabrak kereta api di Desa Ciamis, Sungkai Utara, Lampung Utara," ucap Sapto, Minggu (1/3/2020).

Sapto menjelaskan, untuk palang pintu perlintasan kereta api merupakan wewenang pemda dalam hal ini Dinas Perhubungan setempat.

Identitas Pengemudi Toyota Avanza yang Disambar Kereta Api di Kotabumi Akhirnya Terungkap

 Bak Film Laga, Polisi Kejar-kejaran dengan Pengedar Sabu di Tol Lampung, Pelaku Akhirnya Nyerah

Cara Beli Tiket Kapal Secara Online dan Tarif Kapal di Pelabuhan Bakauheni, Berlaku 1 Maret 2020

 Dalam Sepekan 2 Mobil Disambar Kereta Api di Perlintasan Jalan Dahlia, Kotabumi

"Karena kereta api tidak ada kaitannya dengan jalur perlintasan," kata Sapto.

Berdasarkan undang-undang Nomor 23 Tahun 2007, ucap Sapto, perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu, harus dievaluasi oleh pemda setempat.

"Kalau dirasa perlintasan itu perlu ditutup, maka pemda bisa menutupnya, dan jika mau dijadikan perlintasan resmi maka pemda harus izin kepada Dirjen Perkeretaapian," tegas Sapto.

Sapto mengatakan, salah satu solusi jika tidak ingin kejadian kecelakaan tersebut terulang, maka harus ada jalur lainnya untuk melintasi perlintasan kereta api.

Yakni, kata Sapto, dengan membuat underpass atau flyover, agar jalannya kereta api tidak terganggu termasuk masyarakat.

PT KAI, lanjut Sapto, hanya bisa membantu dalam pemasangan rambu-rambu peringatan.

Halaman
1234
Penulis: Bayu Saputra
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved