Kesurupan Massal di Bandar Lampung

Penjelasan Psikolog soal Kesurupan Massal di SMPN 22 Bandar Lampung, Retno: Gangguan Kesadaran

Psikolog UIN Lampung Retno Riani menilai fenomena kesurupan massal yang terjadi pada siswa di SMPN 22 Bandar Lampung sebagai gangguan kesadaran.

Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Ustadz Jefri sedang mengobati siswa SMPN 22 Bandar Lampung yang diduga kesurupan, Senin (9/3/2020). Penjelasan Psikolog soal Kesurupan Massal di SMPN 22 Bandar Lampung, Retno: Gangguan Kesadaran. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Psikolog UIN Lampung Retno Riani MPsi menilai fenomena kesurupan massal yang terjadi pada belasan siswa di SMPN 22 Bandar Lampung sebagai gangguan alam bawah sadar.

"Kesurupan itu lebih kepada gangguan kesadaran pada seseorang. Sehingga dia lebih banyak dikuasai alam bawah sadarnya. Biasanya ada penyebabnya," ungkap Retno kepada Tribunlampung.co.id, Senin (9/3/2020) malam.

Penyebabnya, kata Retno, di antaranya bisa karena perasaan cemas akibat memiliki suatu masalah dan tidak terbuka.

Kemudian, lanjut Retno, tidak terbiasa untuk berbagi cerita atau sharing sehingga masalah dipendam sendiri dan lainnya.

"Merasa ada suatu kecemasan kemudian tidak diselesaikan dengan baik dan ketika ada sumber masalahnya dia menggunakan mekanisme penyelesaian seperti itu (berbuat seolah kemasukan roh)," paparnya.

 BREAKING NEWS Belasan Siswa SMPN 22 Bandar Lampung Diduga Alami Kesurupan

 Pemeran Mahasiswi UIN Alauddin yang Tewas Dibunuh Kesurupan, Sebut Nama Pelaku

 Herman HN Beberkan Makna Menara Al-Furqon Setinggi 114 Meter

 Bantah Terima Fee Proyek, Mantan Kabid PUPR Lampung Utara Berkilah Hanya Titipan

Di dalam istilah psikologis sendiri, menurut Retno, tidak dikenal istilah kesurupan.

Tetapi, lanjut Retno, disebut gangguan alam bawah sadar.

"Itu akibat kompromi yang tidak sehat dengan dirinya. Dengan cara seperti itu dia merasa nyaman. Harusnya tidak seperti itu. Kan ada mekanisme problem solving, ketika ada persoalan seharusnya dihadapi dan diselesaikan," jelas dosen psikologi UIN ini.

Cara terbaik mengatasinya, kata Retno, adalah bersama guru atau pihak sekolah mencari akar persoalannya.

Sehingga, terus Retno, bisa terselesaikan permasalahannya.

Halaman
1234
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved