Tribun Lampung Tengah

Jual Alat Steam Curian di Medsos, Warga Seputih Raman Diciduk Polisi yang Menyamar

Mendapat informasi tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Seputih Raman melakukan penyamaran.

Dok Polsek Seputih Raman
Polsek Seputih Raman menangkap pelaku pencurian empat unit alat steam di PT Sumber Protein Unggul, Kampung Rama Otama IV. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEPUTIH RAMAN - Petugas Unit Reskrim Polsek Seputih Raman menangkap pelaku pencurian empat unit alat steam di PT Sumber Protein Unggul, Kampung Rama Otama IV.

Pelaku berinisial AKW, warga Kampung Rama Otama, Kecamatan Seputih Raman.

Penangkapan itu berkat keberhasilan penyamaran yang dilakukan polisi.

Kepala Polsek Seputih Raman Ajun Komisaris Alladin menjelaskan, penangkapan berawal saat jajarannya mendapatkan laporan ada seseorang hendak menjual empat unit alat steam di media sosial.

Seorang Pemuda Curi Kotak Amal Masjid, Uangnya Dipakai untuk Beli Rokok dan Kebutuhan Sehari-hari

Maling Gasak Brankas Isi Rp 60 Juta di Warung Dana, Polisi Langsung Olah TKP

Waspada Tim Medis Corona Gadungan, Pura-pura Semprot Disinfektan Ternyata Mau Merampok

Pemakaman Polisi Tenggak Cairan Pembersih Lantai, Istri Peluk Foto Brigadir Angga Sambil Menangis

"Kita mendapatkan laporan jika ada aksi pencurian di PT Sumber Protein Unggul, Jumat (6/3/2020) lalu. Barang-barang yang dicuri berupa empat unit alat steam," ujar AKP Alladin, Rabu (11/3/2020).

Mendapat informasi tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Seputih Raman melakukan penyamaran.

"Anggota kami berpura-pura sebagai pembeli. Setelah menentukan tempat transaksi, akhirnya Minggu (8/3/2020) lalu pelaku diamankan sekitar pukul 17.00 WIB," jelas Alladin.

Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa satu unit alat steam, satu unit dinamo, dan selang.

Atas pencurian tersebut, PT Sumber Protein Unggul mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta.

Pencurian tertuang dalam laporan polisi nomor LP/48-B/III/2020/RES LT/SEK SERAM tanggal 6 Maret 2020.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, AKW akan dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," tegasnya.

Berdasarkan keterangannya kepada penyidik Polsek Seputih Raman, AKW mengaku beraksi pada Jumat (6/3/2020) dini hari.

Ia masuk dengan cara melompati pagar. 

"Setelah itu saya masuk ke gudang dan mengambil alat alat-alat (steam). Kemudian saya keluar lagi melalui tembok," jelas AKW. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved