Tribun Bandar Lampung
Disnakkeswan Pastikan Komoditi Hewani di Lampung Aman hingga Juni
Disnakkeswan Provinsi Lampung memastikan stok komoditi hewani aman. Seperti daging sapi, telur dan ayam.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung memastikan stok komoditi hewani aman.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kadis Peternakan dan Keswan Lili Mawarti saat menyampaikan data secara langsung kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui video conferen (vicon) bersama 7 Kadis Peternakan seluruh Indonesia di outlet Best Meat Jalan Pagar Alam, Selasa (14/4/2020).
Menurutnya ketersediaan dari 11 bahan pokok hewani di Lampung sampai Juni mendatang diantaranya ayam surplus 3.301 ton karena kebutuhan 3.820 ton dan ketersediaan 4.151 ton.
Lalu untuk daging sapi kebutuhannya 257 ton, ketersediaan 4.382 ton dan surplus 4125 ton.
• Harga Ayam Anjok Akibat Wabah Virus Corona, Pinsar: Tolong Kami Satgas Pangan
• Disnak Jamin Stok Daging Sapi Aman Jelang Lebaran
• Dampak Corona, Petani di Lampura Pilih Tidak Jual Hasil Panen Gabah ke Tengkulak
• Dideportasi dari Malaysia, 6 TKI Ilegal asal Lampung Langsung Dibawa ke RSBNH Kota Baru
Telur untuk kebutuhan masyarakat kebutuhannya sebanyak 19.992 ton, ketersediaan 22.530 ton dan surplus 2.538 ton.
Harga peternakan juga sampai saat ini meski ada wabah virus corona untuk daging sapi stabil dengan harga Rp 110 ribu, ayam Rp 28-30 ribu per kg, telur Rp 22-23 ribu.
Kemudian juga untuk distribusi belum ada hambatan dan selalu mensuplai bahan pangan hewani untuk Provinsi DKI Jakarta dan Jabodetabek lainnya.
Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung akan sumber pangan hewani Kementan menggandeng pelaku usaha dan juga mitra ojek online.
"Kalau di Lampung ini mitra penyedia kebutuhan hewani gandeng dengan outlet Best Meat dan Grab Lampung," katanya.
Dengan adanya kerjasama ini distribusi pangan diharapkan bisa berjalan dengan lancar.
Dimana Kementan sengaja menggratiskan biaya ongkos kirim (ongkir) untuk masyarakat yang memesan melalui grab.
"Jangan khawatir untuk ketersediaan pangan hewani ini aman dan kita memang surplus sampai dengan Juni mendatang," terangnya.
Dalam pemaparannya dihadapan 7 Kadisnakkeswan melalui vicon Syahrul Yasin Limpo menjelaskan jika ketersediaan komoditi pangan di Indonesia aman.
Sehingga protein bagi masyarakat Indonesia bisa terjaga dan perut rakyat bisa terisi.
Sehingga tidak perlu diributkan, semua kebutuhan tidak terganggu.
Harapannya tidak ada krisis pangan dan itu tidak boleh terjadi.
"Kalau kita bisa mengendalikan atau melawan virus Corona ini maka tidak akan ada kelesuan ekonomi yang dahsyat," katanya.
Ketersediaan hewani ini juga berharap agar Gubernur seluruh Indonesia bisa lebih tanggap dengan bermitra.
Sementara Anita Tinawan, Marketing Manager PT Ciomas Adisatwa (Japfa Group) mengatakan berkomitmen untuk memasok asupan protein hewani kepada masyarakat Lampung.
"Dalam hal ini best meat ada promo ekonomis dan harga terjangkau dalam pandemi ini untuk meningkatkan konsumsi imun tubuh kita," katanya
Secara konsumesi perkapita Lampung dibawah Jakarta dan Japfa bisa menjangkau dengan memberikan harga yang murah.
Dengan harapan semua masyarakat bisa terlayani dalam mengonsumsi makanan secara hewani.
Ada 42 store yang berada diseluruh Lampung dan masyarakat bisa membeli barang yang dimiliki oleh PT Ciomas Adisatwa ini.
Anugrah Adhiguna, selaku City Manager Grab Lampung mengatakan sebelum menjalankan tugas para driver juga dilakukan protokol kesehatan.
"Untuk sekarang ini ada grab for business dan bagi yang memesan produk PT Japfa ini yang telah bekerjasama dengan Grab dan Kementan maka akan digratiskan biaya pengirimannya," katanya
Pengiriman ini juga untuk mengakomodir dengan adanya dari promo ini besar harapan masyarakat Lampung bisa mendapatkan asupan hewani secara berkala.(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/plt-kadisnakkeswa-lili-mawarti.jpg)