Kasus Corona di Lampung
Patelki Lampung Sebut Terjadi Keterbatasan Alat Pengambilan Sampel Swab Bagi PDP
Terjadi keterbatasan alat pengambilan sampel swab untuk mengambil sampel swab pasien-pasien yang sudah masuk kategori PDP.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - DPW Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (Patelki) Lampung mengungkap, terjadi keterbatasan alat pengambilan sampel swab untuk mengambil sampel swab pasien-pasien yang sudah masuk kategori pasien dalam pemantauan (PDP).
"Untuk alat swab kita sempat kekurangan bahkan di daerah-daerah itu ada yang tidak ada sama sekali. Memang sudah diajukan ke dinas-dinas kesehatan tapi memang terbatas, masih kurang menurut saya," kata Ketua DPW Patelki Lampung Sigit Mariyanto kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (29/4/2020).
Alat pengambilan sampel swab ini, paparnya, adalah alat sekali pakai yang hasil pengambilan swabnya akan langsung dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Palembang untuk diuji menggunakan alat.
Petugas laboratorium, sambungnya, adalah yang terjun langsung mengambil sampel swab di ruang isolasi, untuk kemudian dikirim ke BBLK Palembang.
Dalam sehari saja, di RSUAM dirinya bisa mengambil 7 sampai 8 sampel swab.
• Diskes Tunggu Hasil Swab 54 Peserta Lampung yang Pernah Ikuti Tablig Akbar di Gowa
• Berstatus PDP, Hasil Uji Swab Tenaga Medis RSUD Bob Bazar Kalianda Negatif Covid-19
• Ikut Rapid Test Sepulang dari Magetan, 2 Santri asal Lampung Selatan Reaktif Corona
• UPDATE Corona di Lampung 29 April, 46 Kasus Positif Covid-19
"Kalau di RSUAM karena saya bekerja di sana, itu pernah mengambil sampel swab sampai 6 atau 7 pasien. Terkadang juga 2 atau 3 pengambilan swab. Tetapi tidak setiap hari selalu ada," paparnya.
Dia menerangkan untuk kasus positif tertinggi di Lampung yakni ada di Bandar Lampung.
Lainnya tersebar hampir merata di kabupaten/kota lainnya seperti di Tulangbawang Barat, Lampung Selatan, Lampung Utara, Lambar dan lainnya.
"Sudah hampir semua (ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19). Bandar Lampung paling tinggi," paparnya.
Terkait keterbatasan alat pengambilan sampel swab ini, dia mengimbau masyarakat agar benar-benar menerapkan imbauan pemerintah terkait physical distancing, penggunaan masker saat bepergian dan lainnya.
Sehingga tidak menambah daftar pasien di Lampung yang terpapar Virus Covid-19.
"Kalau tidak perlu keluar rumah tolong jangan keluar rumah. Selalu terapkan PHBS dan mencuci tangan dengan benar sesering mungkin termasuk pakai masker saat keluar," imbau dia.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)