Berita Nasional

Densus 88 Antiteror Tangkap 72 Terduga Teroris di 8 Provinsi, 15 Orang Latihan Semi Militer di Bogor

Sebanyak 72 orang terduga teroris ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

Tribun Jateng/Iwan Arifianto
Suasana rumah tempat tinggal IS (47) terduga teroris di Semarang, Minggu (5/7/2020) malam. Densus 88 Antiteror Tangkap 72 Terduga Teroris di 8 Provinsi, 15 Orang Latihan Semi Militer di Bogor. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 72 orang terduga teroris ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

Penangkapan ke-72 terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri tersebut terjadi pada 1 Juni 2020 hingga 12 Agustus 2020 di 8 provinsi berbeda.

Delapan daerah itu adalah Sumatera Barat, DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Riau dan Jawa Barat.

"Pada periode 1 Juni 2020 sampai dengan 12 Agustus 2020 Densus 88 Antiteror Polri telah berhasil melakukan penegakan hukum dengan menangkap sebanyak 72 orang pelaku tindak pidana terorisme dalam rangka preventif strike terhadap tindak pidana terorisme di 8 wilayah Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020).

Lagi Oral Seks di Semak-semak, Oknum Dosen di Palembang Tepergok Polisi, Terungkap Modusnya

Dorong Produktivitas ASN, Pemerintah Bayar Full THR dan Gaji Ke-13 di Tahun 2021

Kisah Tragis Istri Muda, Permintaan Pisah Ranjang Berujung Maut di Samping Truk

Kasat Reskrim yang Lecehkan Tiga Polwan Jadi Tersangka Kasus Pemerasaan

Berdasarkan data yang dipaparkan, 15 dari 72 terduga teroris ditangkap di daerah Jakarta dan Jawa Barat.

Awi mengatakan, mayoritas pelaku merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok itu merupakan salah satu kelompok yang berbaiat dengan ISIS.

"Mereka ini adalah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), pengiriman logistik dan pendanaan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), serta fasilitator keberangkatan ke Suriah," jelasnya.

Lebih lanjut, Awi mengatakan terorisme adalah kejahatan luar biasa atau extraordinary crime terhadap kemanusiaan.

Selain itu, terorisme juga salah satu tindakan yang melanggar hak asasi manusia (HAM) yang harus dilakukan pencegahan dan penegakan hukum.

"Penegakan hukum terhadap teroris dilakukan secara soft dan hard approach dalam upaya penegakan hukum dilakukan juga preventif strike yaitu penindakan terhadap pelaku tindak pidana terorisme sebagai upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme," ujar Awi.

Pelaku tindak pidana terorisme tersebut dijerat Pasal 15 jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Terduga teroris itu terancam hukuman penjara seumur hidup.

Latihan di Bogor

Awi mengatakan sejumlah pelaku juga pernah melaksanakan kegiatan idad alias mempersiapkan kekuatan fisik dan senjata berdasarkan dalil-dalil syar'i di Goa Ciwadon Bogor, Curug Cilalay Karawang dan Gunung Batu Jonggol.

Latihan dilakukan dengan metode semi militer.

Selain itu, sebagian mereka juga pernah mengadakan kajian dan baiat terhadap amir ISIS.

Dalam jaringan ini, pelaku memiliki peran yang berbeda-beda.

Mulai dari pendanaan hingga fasilitator jamaah yang akan berangkat ke Suriah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved