Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Kader Gerindra Lampung Darussalam Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Kuasa Hukum Ajukan SP3

Perkara dugaan penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada kader Partai Gerindra Lampung, Darussalam, dinilai mengada-ada.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Tiga kuasa hukum Darussalam, yakni Ahmad Handoko, Yopi Hendro, dan Suherman. 

"Kami telah mengirim surat kepada Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya agar perkara kliennya diputuskan dengan surat perintah penghentian penyidikan (SP3)," ujar Handoko.

Handoko menjelaskan, selain bukti kuitansi atas penyerahan dana tersebut dari Nuryadin kepada M Syaleh, pihaknya juga berdasarkan tiga saksi, yakni satu saksi surat sporadik dan dua saksi ahli.

"Masalah ini berawal dari Darussalam memperkenalkan M Syaleh kepada Nuryadin untuk meminjam uang sebesar Rp 500 juta dalam rangka pembuatan surat sporadik pada tahun 2014," beber Handoko.

Lantaran transaksi batal, Nuryadin minta uangnya dikembalikan.

"Karena tak kunjung kembali, Nuryadin melaporkan M Syaleh dan Darussalam ke Polresta Bandar Lampung, Februari lalu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kader Gerindra Lampung Darussalam menjadi tersangka karena tersandung perkara tipu gelap.

Darussalam menjadi tersangka setelah dilaporkan dengan laporan polisi nomor LP/B/405/11/2020/LPG/Resta Balam tertanggal 18 Februari 2020.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan, yang bersangkutan telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Benar, sesuai pasal 21 ayat 1 KUHAP terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan,” ujarnya, Kamis (15/10/2020).

Kata Resky, saat ini pihaknya tengah melengkapi berkas atau P19 sesuai petunjuk jaksa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved