Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Kader Gerindra Lampung Darussalam Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Kuasa Hukum Ajukan SP3

Perkara dugaan penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada kader Partai Gerindra Lampung, Darussalam, dinilai mengada-ada.

Istimewa
Tiga kuasa hukum Darussalam, yakni Ahmad Handoko, Yopi Hendro, dan Suherman. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perkara dugaan penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada kader Partai Gerindra Lampung, Darussalam, dinilai mengada-ada.

Tiga kuasa hukum Darussalam pun telah mengajukan permohonan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) ke Polresta Bandar Lampung.

Menurut dua saksi ahli dari Unila, Prof Wahyu Sasongko dan Dr Eddy Rifai, Darussalam tidak dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana maupun perdata atas tuduhan Nuryadin.

Nuryadin melaporkan Darussalam terkait dana pengurusan sporadik tanah senilai Rp 500 juta atas nama M Syaleh.

Karena transaksi jual beli lahan batal, Nuryadin minta pengembalian uang tersebut.

Dalam surat perjanjian, Darussalam menjadi saksi transaksi tersebut.

Baca juga: Kader Gerindra Lampung Ditetapkan Tersangka Kasus Tipu Gelap oleh Polresta Bandar Lampung

Baca juga: Bank Libur, Nasabah Diduga Korban Penipuan Terpaksa Transaksi di ATM

Urusan pertanggungjawaban dana, harus diselesaikan antara Nuryadin dan M Syaleh yang sudah berstatus tersangka.

"Saya sudah serahkan permasahan ini kepada kuasa hukum saya," kata Darussalam melalui rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, Jumat (16/10/2020).

Ketiga kuasa hukum Darussalam, yakni Ahmad Handoko, Yopi Hendro, dan Suherman, mengatakan, kliennya tak memperoleh bagian atau imbalan apa pun dari pengurusan surat tanah dari Nuryadin ke M Syaleh.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved