Breaking News:

Tribun Lampung Utara

Warga Lampung Utara Tenggelam di Bendungan Way Rarem, Jasadnya Ditemukan 1 Hari Setelahnya

Korban yang tenggelam tersebut ditemukan di Bendungan Way Rarem, Kamis (22/10/2020) sekira pukul 06.30 WIB.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi BPBD Lampung Utara
Jasad Watahri (51) sudah meninggal ketika ditemukan di Bendungan Way Rarem. Sehari sebelumnya Ia tenggelam saat mencari Ikan.  Warga Lampung Utara Tenggelam di Bendungan Way Rarem, Jasadnya Ditemukan 1 Hari Setelahnya. (Dokumentasi BPBD Lampung Utara) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Jasad Watahri (51), korban tenggelam di Bendungan Way Rarem, Abung Pekurun, Lampung Utara, ditemukan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Lampung Utara bersama tim Basarnas Tulangbawang dan warga Desa Subik Kecamatan Abung Tengah.

Korban yang tenggelam tersebut ditemukan di Bendungan Way Rarem, Kamis (22/10/2020) sekira pukul 06.30 WIB.

Kabid Darurat Logistik, BPBD Lampung Utara Meri Edialis mewakili Kepada BPBD Lampura, Karim, mengatakan, TRC BPBD Lampura bersama Tim Basarnas Tulangbawang dan masyarakat Subik menemukan jenazah korban sekitar 50 meter dari lokasi korban tenggelam.

Pencarian menggunakan dua perahu karet, dengan secara bergantian mencari korban.

Namun, pada pagi hari, tubuh korban terlihat mengambang.

Baca juga: Orangtua Korban Tenggelam di Kota Metro Laporkan Rumah Sakit Islam ke Polres

Baca juga: BREAKING NEWS 2 Oknum Pol PP Lampung Utara Diciduk di Dalam Toilet, Diduga Hendak Nyabu

"Setelah dilakukan pencarian selama 1 hari, akhrinya jenazah korban ditemukan. Korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Tanjung Raja,” ujar Meri Edialis, Kamis (22/10/2020).

Korban pun langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. 

Diketahui, korban yang tenggelam bernama Watahri, warga Kecamatan Tanjung Raja, lampung Utara.

Korban pada Selasa (20/10/2020) bersama rekannya mencari ikan di Bendungan Way Rarem, tepatnya di taman wisata bening dengan memanah.

“Korban bersama dengan empat rekannya pergi untuk cari ikan. Tapi sampai malam hari, rekannya tidak lagi melihat keberadaannya,” ujar Meri Edialis.

Rekannya kemudian meminta pertolongan kepada warga setempat untuk mencari keberadaan Watahri.

Dari informasi warga tersebut, pihak TRC dan Basarnas langsung melakukan pencarian dimulai dari Rabu, 21 Oktober 2020 sekira pukul 15.00 WIB hingga pukul 06.30 WIB.

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved