Pembobolan Rumah di Lampung Tengah
Setelah Mencuri di Way Pengubuan, Pekerja Pabrik Triplek Bekerja Seperti Biasa
Pelaku IWS alias Amit mengaku membobol rumah di Kampung Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah, Jumat (23/10/2020).
Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Syamsir Alam
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Pelaku IWS alias Amit mengaku membobol rumah di Kampung Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah, Jumat (23/10/2020).
Pria yang bekerja di sebuah pabrik triplek itu masuk ke dalam rumah dengan cara mengait tali ke slot kunci pintu.
Amit membuka pintu lalu dengan cara memasukkan tangan ke dalam ventilasi di atas pintu.
"Tangan saya masukkan tangan dan kait slot pintu dengan tali. Setelah kebuka, saya langsung masuk ke dalam rumah dan ke kamar lalu ngambil handphone," kata Amit, Rabu (4/11/2020).
Namun, ia tidak menjual tiga ponsel yang dicurinya tersebut.
"Saya gak punya handphone, jadi saya pakai buat keperluan alat komunikasi saya aja. Tiga-tiganya saya pake buat pribadi. Gak saya jual," terangnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Polsek Way Pengubuan Tangkap Pelaku Pembobolan Rumah di Lampung Tengah
Baca juga: Pencuri di Way Pengubuan Nekat Gasak Ponsel di Kamar saat Korban Tidur
Selama lebih kurang dua pekan terakhir, pelaku mengaku tak pergi ke mana-mana.
Ia bahkan bekerja seperti biasa di sebuah pabrik triplek di Kecamatan Terbanggi Besar.
Tak hanya mencuri tiga unit handphone, pelaku IWS alias Amit juga membobol warung dan mengambil sejumlah isinya.
Menurut keterangan korban Heni Susanti, pelaku membobol pintu warung yang ada di dalam rumah dan mencuri 20 bal rokok berbagai merek.
Warga Kampung Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah itu menjadi korban pencurian, Jumat (23/10/2020).
"Sekitar 20 bal rokok saya hilang berbagai merek. Kondisi warung sudah berantakan dan mungkin ada beberapa jenis barang lainnya juga yang dicuri pelaku," kata Heni Susanti, Rabu (4/11/2020).
Selain rokok, uang Rp 300 ribu yang ada di dalam laci warung juga hilang.
"Kemungkinan pelaku masuk ke dalam rumah dan warung sekitar jam tiga (dini hari). Saya bangun dan mengetahui aksi pencurian jam lima," pungkasnya.