Breaking News:

Lampung Utara

Cara Warga Desa Gunung Gijul di Lampung Utara Lestarikan Pohon Langka yang Hampir Punah

Kepala Desa Gunung Gijul Feri Ferdiansyah mengatakan, penanaman buah dan pohon langka tersebut sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Warga Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara menanam berbagai pohon langka, Minggu (17/1/2021). 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Hidup di kawasan pegunungan tak membuat masyarakat Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara lupa diri.

Mereka memanfaatkan kekayaan alam tanpa harus merusak ekosistem dan keindahan alamnya. 

Demi menjaga kelestarian hutan, masyarakat menanam buah dan pohon langka

Kepala Desa Gunung Gijul Feri Ferdiansyah mengatakan, penanaman buah dan pohon langka tersebut sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

Baca juga: Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Mitra Bentala Tanam Pohon Langka di Tanggamus

Baca juga: Madu Trigona, Madu Alami Asal Desa Gunung Gijul Lampung Utara

Mereka melakukannya agar kelestarian hutan di gunung tetap terjaga.

Ada berbagai macam jenis buah-buahan dan pohon langka yang ditanam.

Jumlahnya mencapai 600 batang. 

"Untuk menghindari kepunahan, kita menggerakkan penanaman pohon langka, seperti pohon sialang, bambu betung, pohon secang, kayu tabu, sukun, dan asam kumbang,” kata Feri, Minggu (17/1/2021).

“Kepedulian kita untuk mempertahankan jenis pohon yang sulit ditemukan di zaman sekarang menjadi sebuah keharusan dan ke depan harus terus dijaga agar tidak punah,” lanjutnya. 

Penanaman dilakukan oleh warga secara serentak.

Mereka menanam sekitar 100 jenis pohon.

Warga Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara menanam berbagai pohon langka, Minggu (17/1/2021).
Warga Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara menanam berbagai pohon langka, Minggu (17/1/2021). (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Selain itu, penanaman juga dilakukan di daerah hilir, guna terjaganya sumber mata air.

“Kami membeli bibitnya dari daerah lain,” ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved