Kasus Suap Lampung Tengah

Bakal Ajukan JC, Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Minta Tetap Ditahan di Sukamiskin

Tak melakukan eksepsi, terdakwa eks Bupati lampung Tengah Mustafa berniat ajukan permohonan justice collaborator (JC).

Penulis: hanif mustafa | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni
Mustafa. Bakal Ajukan JC, Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Minta Tetap Ditahan di Sukamiskin 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tak melakukan eksepsi, terdakwa Mustafa berniat ajukan permohonan justice collaborator (JC).

Hal ini disampaikan terdakwa Mustafa saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) usai membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (18/1/2021).

"Izin yang mulia, kalau boleh berkenan bahwa saya selaku terdakwa akan koperatif akan menjelaskan perkara ini sehingga masyarakat Lampung khususnya Lampung Tengah  bisa melihat secara jelas," ungkap Mustafa melalui telekonferensi.

"Oleh karenanya kami tidak akan melakukan eksepsi, pada sidang kedua kedepan izinkan saya sampaikan melalui pengacara saya sekarang, sekarang saya di Lapas Sukamiskin sedang menyusun untuk mengajukan justice collaborator sehingga majelis dan JPU bisa melihat sesungguhnya, saya harapkan kasus ini bisa terang-berderang bagaimana kondisi saat saya memimpin waktu lalu," imbuhnya.

Baca juga: Eks Bupati Mustafa Terima Rp 9 M dari Simon, Fee Proyek Pekerjaan Jalan di Lampung Tengah

Baca juga: Selain Fee Rp 14 Miliar, Eks Bupati Mustafa juga Terima Gratifikasi Rp 51 Miliar

Ketua Majelis Hakim Efiyanto pun mempersilahkan apa yang menjadi hak terdakwa.

Namun pada kesempatan ini Efiyanto malah menanyakan kesiapan terdakwa jika menjalani sidang secara langsung.

"Kalau saat saksi dan kalau terdakwa sudah selesai menjalani hukuman pertama kalau bisa (sidang) disini, kalau seandainya pakai zoom nanti takut berulang-ulang jadi diusahakan sidang disini nanti kami sampai kan ke JPU kalau bisa, kapan masa pidana anda berakhir?" tanya Efiyanto.

"Saya sampai 16 Februari 2021, kalau ditambah dengan subsider maka ditambah 3 bulan lagi," jawab Mustafa.

Mustafa pun meminta kepada Majelis Hakim agar tetap melaksanakan persidangan secara online dan ia tetap ditahan di Sukamiskin.

"Kalau berkenan, anak-anak saya sekolah disini (Bandung) dan saya masih terpidana, mohon yang mulia saya disini (Sukamiskin) sehingga apa yang menjadi aktifitas dan ibadah serta perawatan sakit saya bisa di sini. Soal hal teknis saya mohonkan kepada yang mulia bisa menggunakan sound sistem atau teknologi bagus," imbuh Mustafa.

Baca juga: Atas Perintah Mustafa, Taufik Kumpulkan Fee Rp 5 M dari Rekanan, Penyerahan Fee di Bandar Lampung

Baca juga: 3 Nakes di Puskesmas Kupang Kota Batal Divaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

"Iya, itu (sidang langsung) kan planing," timpal Efiyanto.

Setelah tidak ada penyampaian, Efiyanto menutup persidangan.

"Sidang ditutup kita lanjutkan pada Kamis depan tanggal 28 Januari 2021," tandas Efiyanto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved