Pringsewu

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Pringsewu Turun hingga 726 Persen, 4 Jenis Pupuk Alami Kenaikan HET

Sekretaris Dinas Pertanian Maryanto mengungkapkan, bila penurunan terbanyak pada jenis pupuk ZA mencapai 726,45 persen.

Tribunlampung.co.id/Didik
Tanaman padi di musim tanam rendang wilayah Kabupaten Pringsewu mulai terlihat menghijau. Alokasi Pupuk Bersubsidi di Pringsewu Turun hingga 726 Persen, 4 Jenis Pupuk Alami Kenaikan HET 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Jumlah alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pringsewu turun di tahun 2021 ini. Penurunan tersebut terbaca dari alokasi tahun sebelumnya 2020.

Sekretaris Dinas Pertanian Maryanto mengungkapkan, bila penurunan terbanyak pada jenis pupuk ZA mencapai 726,45 persen.

Alokasi pupuk ZA, sebelumnya sebanyak 2000 ton menjadi 242 ton di tahun 2021.

Selanjutnya, pupuk SP36 yang tadinya dialokasikan sebanyak 3000 ton menjadi 693 ton di tahun 2021.

Petani Keluhkan Pupuk di Lamteng Naik Rp 40 Ribu per Kg

Pemprov Lampung Gandeng Petrokimia Sediakan 29.049 Ton Pupuk untuk Petani di Lampung

Sehingga penurunan alokasinya mencapai 332,90 persen.

Penurunan alokasi juga pada jenis pupuk NPK sebanyak 61,65 persen.

Terdata di 2020 kemarin alokasi pupuk NPK sejumlah 8.650 ton, turun menjadi 5.351 ton di 2021 ini.

Selanjutnya, pupuk urea juga mengalami penurunan alokasi sebesar 40,22 persen.

Alokasi pupuk urea pada 2020 sebanyak 10.500 ton, turun menjadi 7.488 ton di tahun 2021.

"Penurunan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat, kabupaten hanya sebatas mengusulkan," kata Maryanto, Senin, 1 Februari 2021.

Dia menyarankan untuk memenuhi kebutuhan yang diakibatkan oleh penurunan alokasi tersebut dapat memanfaatkan pupuk alternatif atau non subsidi.

Disamping penurunan alokasi itu ada pengurangan subsidi yang berdampak pada naiknya harga tebus pupuk subsidi.

Maryanto mengatakan, dari lima jenis pupuk subsidi tersebut ada empat jenis pupuk yang mengalami kenaikan harga eceran tertinggi (HET).

Dimana empat jenis pupuk tersebut adalah pupuk urea yang tadinya seharga Rp 1800/Kg menjadi Rp 2.250/Kg atau mengalami kenaikan 20 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved