Kasus Suap Lampung Tengah
Rp 3,7 M Disebar ke Petinggi Partai, Uang Mahar Pilgub Mustafa Cuma Balik Rp 14 M
Uang fee proyek itu diduga mengalir ke parpol untuk kepentingan Mustafa mencalonkan Gubernur Lampung tahun 2018.
Namun kemudian diketahui jika mahar sebesar Rp 18 miliar dan Mustafa menyerahkan Rp 5 miliar terlebih dahulu.
Saksi lain Musa Zainudin mengungkapkan jika DPW PKB Lampung awalnya sepakat mendukung Mustafa sebagai calon gubernur.
Agar mendapat rekomendasi dari DPP PKB, maka harus ada surat dukungan dari DPW yang ditandatangani oleh ketua DPW.
"Saat itu saya sudah vakum karena tersandung kasus dan saya sudah di Rutan Guntur KPK, tapi secara administratif saya masih ketua sehingga meminta tanda tangan saya," ujar Musa dalam telekonferensi.
Musa pun mengatakan jika yang menghadap meminta tandatangan tersebut adalah Midi Iswanto dan Khidir Bujung.
Dirinya pun tandatangan.
Namun ia mengaku kaget ketika mendapat informasi dari Midi dan Bujung jika dukungan tak jadi kepada Mustafa.
Musa mengungkapkan, ia mendapat kabar jika DPP PKB saat itu menerima uang Rp 40 miliar untuk dukungan calon lain dalam Pemilihan Gubernur Lampung.
Ia pun mengaku tidak mengetahui bagaimana prosesnya sehingga dukungan diberikan kepada Chusnunia Chalim berpasangan dengan Arinal Djunaidi.
Bantah Kesaksian
Sementara Chusnunia Chalim membantah semua kesaksian Midi, Khidir dan Musa Zainudin.
Menurutnya, setelah bertemu Mustafa bersama Midi dan Khaidir, dirinya langsung pulang.
"Apakah kemudian Pak Midi memberikan informasi terkait adanya kesanggupan Mustafa memberikan mahar kepada PKB?" tanya JPU Taufiq.
"Tidak," jawab Nunik.
Nunik pun menegaskan jika pertemuan dengan Mustafa hanya tentang keseriusan dukungan PKB.