Breaking News:

Bandar Lampung

Kejati Lampung Sita Aset Tersangka Korupsi Benih Jagung di Bandar Lampung

Kejaksaan Tinggi Lampung menyita sejumlah aset milik IMA, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan benih jagung.

Dok Kejati Lampung
Kejati Lampung menyegel rumah IMA, tersangka korupsi bantuan jagung, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kejaksaan Tinggi Lampung menyita sejumlah aset milik IMA, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan benih jagung.

IMA merupakan rekanan yang memenangkan proyek pengadaan bantuan benih jagung pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung pada tahun anggaran 2017.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Lampung Andrie W Setiawan mengungkapkan, penyidik telah menyita sejumlah aset milik IMA.

"Di antaranya, satu unit rumah di daerah Bataranila dan satu unit gudang di daerah Sukabumi, Bandar Lampung," ungkap Andrie, Kamis (6/5/2021).

"Penyitaan dilakukan sebagai salah satu upaya penyidik untuk mengejar pemulihan atau pengembalian kerugian keuangan negara yang ditimbulkan," jelas Andrie.

Baca juga: Kejati Lampung Masih Jadwalkan Ulang Pemangilan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Benih Jagung Kementan

Andrie menegaskan, penyitaan didasari atas penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kelas I A Bandar Lampung Nomor 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK. dan Nomor: 9/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK.

Sebelumnya Kejati Lampung menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan bantuan benih jagung Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung tahun anggaran 2017.

Selain IMA, dua tersangka lainnya adalah oknum ASN Provinsi Lampung berinisial EY dan HRR.

Kajati Lampung Heffinur menyampaikan, kasus ini bermula dari adanya program Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada jagung tahun 2017.

Baca juga: Dugaan Korupsi Bibit Jagung, Kejati Lampung Periksa Puluhan Petani

"Lalu sejumlah pemerintah kota/kabupaten mengajukan proposal kepada Kementerian Pertanian secara elektronik atau e-proposal," terang Heffinur.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved