Breaking News:

Penanganan Covid di Lamteng

Jam Operasional Tempat Usaha di Terbanggi Besar Lamteng Dibatasi Hingga Pukul 20.00 WIB

Camat Terbanggi Besar, terbitkan edaran yang sama bagi para pelaku usaha di wilayah itu.

Penulis: syamsiralam | Editor: soni
tribun lampung/syamsir alam
Surat Edaran Bersama Forkopimda Lamteng terkait pencegahan Covid-19.   

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Menindaklanjuti surat edaran bersama Forkopimda Lampung Tengah, Camat Terbanggi Besar, terbitkan edaran yang sama bagi para pelaku usaha di wilayah itu.

Saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Senin (5/7), Camat Terbanggi Besar Fathul Arifin mengatakan per hari ini seluruh tempat usaha yang berada di kawasan Terbanggi Besar jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

"Ia (menerbitkan surat edaran) menindaklanjuti surat edaran yang sama dari bapak bupati Musa Ahmad, bahwasanya pembatasan jam operasional tempat usaha, mulai dari rumah makan, swalayan, supermarket, pertokoan jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB," kata Fathul Arifin.

Dilanjutkan Fathul, pembatasan jam operasional tersebut sebagai bagian dari pemberlakuan pembatas kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang diterapkan Pemkab Lampung Tengah.

Baca juga: Forkopimda Lamteng Terbitkan Edaran Warga Dilarang Gelar Hajatan 9 Juli-10 Agustus

"Terkait pembatasan jam operasional itu, sudah kami lakukan sosialisasi sebelumya kepada seluruh pemilik usaha di Terbanggi Besar, sehingga mereka pun telah mengetahui hal itu," jelasnya.

Untuk praktik pelaksanaan PPKM skala mikro di Kecamatan Terbanggi Besar, Fathul menerangkan, unsur Forkopimcam setempat akan memantau langsung penerapannya setiap hari.

Dalam surat edaran tertanggal 5 Juli 2021 itu juga dijelaskan ketentuan kegiatan usaha seperti jumlah konsumen hanya 25 persen dari kapasitas tempat.

Untuk rumah makan dan restoran yang melayani pesan antar/dibawa pulang, dipersilahkan membuka usahanya selama 24 jam, namun dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan ketat.

Pada poin lainnya tertulis, pelanggar peraturan di atas, dapat dikenakan sanksi pidana dan denda sesuai dengan peraturan daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 10 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru pencegahan Covid-19 dan Peraturan Bupati Lampung Tengah Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 di Lampung Tengah.

SE Penanggulangan Pandemi

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved