Breaking News:

Tersangka Korupsi Sekretariat DPRD Titipkan Uang Rp 295 Juta ke Kejari Pringsewu

Kasi Intel Kejari Pringsewu Median Suwardi mengungkapkan, tersangka didampingi penasihat hukum juga telah menitipkan uang titipan sebesar Rp 295 juta.

Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
Ilustrasi uang. Kasi Intel Kejari Pringsewu Median Suwardi mengungkapkan, tersangka didampingi penasihat hukum juga telah menitipkan uang titipan sebesar Rp 295 juta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - PPTK makan dan minum Sekretariat DPRD Pringsewu   ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Pringsewu.

Saat penentapan status, SRW didampingi penasihat hukum Heri Alfian.

Kasi Intel Kejari Pringsewu Median Suwardi mengungkapkan, tersangka didampingi penasihat hukum juga telah menitipkan uang titipan sebesar Rp 295 juta.

Sedangkan kerugian negara atas perbuatan PPTK makan minum Sekretariat DPRD Pringsewu ini sebesar Rp 311.821.300.

Perbuatannya itu diduga telah malawan hukum sebagaimana diatur dan diancam Primair : Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: PPTK Makan Minum Sekretariat DPRD Pringsewu Jadi Tahanan Kota

Subsidair : Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Jadi Tahanan Kota
PPTK Makan Minum Sekretariat DPRD Pringsewu, SRW jadi tersangka dugaan korupsi.
Penetapkan status ini dilakukan Kejaksaan Negeri Pringsewu.
Kini, tersangka SRW menjadi tahanan kota dari Kejari Pringsewu.
Kasi Intel Kejari Pringsewu Median Suwardi mengungkapkan, penyidik melakukan penahanan kota dengan pertimbangan tersangka SRW kooperatif.
"Selain itu kondisi kesehatan tersangka dalam keadaan kurang baik," ujar Median mewakili Kajari Pringsewu Ade Indrawan melalui siaran pers, Jumat, 1 Oktober 2021 malam.
Ditambahkan Median, kondisi kesehatan tersangka ini dibuktikan dengan surat rekam medik.
Median mengungkapkan, bahwa keluarga dari tersangka telah membuat surat jaminan bahwa tersangka akan terus bersifat kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.

Diketahui, Kejaksaan Negeri Pringsewu menetapkan  berinisial SRW, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) kegiatan tersebut sebagai tersangka.

SRW adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Hal ini disampaikan Kasi Intel Kejari Pringsewu Median Suwardi.

"Saudari SRW selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan tersebut," ujar Median mewakili Kajari Pringsewu Ade Indrawan dalam siaran pers yang diterima Tribun Lampung.co.id, Jumat, 1 Oktober 2021 malam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved