Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Teror Komplotan Pinjol Ilegal hingga Korbannya Akhiri Hidup, Karyawan Digaji Rp 15 Juta

Polisi mengungkap kasus teror komplotan pinjol ilegal hingga buat ibu di Wonogiri akhiri hidup, karyawan digaji Rp 15 juta per bulan.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Dua tersangka yang tergabung dalam komplotan pinjol ilegal. Polisi mengungkap kasus teror komplotan pinjol ilegal hingga buat ibu di Wonogiri akhiri hidup, karyawan digaji Rp 15 juta per bulan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Polisi mengungkap kasus teror komplotan pinjol ilegal hingga buat ibu di Wonogiri akhiri hidup, karyawan digaji Rp 15 juta per bulan.

HH (35), satu di antara komplotan pinjol ilegal yang teror Ibu di Wonogiri hingga akhiri hidup bercerita awal mula bekerja di perusahaan pinjol ilegal.

Dia mengaku baru bekerja selama 9 bulan terakhir.

HH yang sebelumnya merupakan wiraswasta mengaku awalnya tidak tahu akan bekerja di perusahaan pinjol ilegal.

Pihak perusahaan hanya memberikan informasi dirinya akan bekerja sebagai pengirim SMS.

Baca juga: Pencuri Kembalikan Barang Curian Pakai Ojek Online, Tulis Surat Ngaku Terjerat Pinjol

"Awalnya gak tau. Hanya dibilang untuk mengirim SMS."

"Seiring berjalannya waktu, kita tau itu (perusahaan) adalah pinjol dari narasi SMS yang kita terima," kata HH di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Namun, HH menyatakan isi pesan teror kepada seorang Ibu di Wonogiri hingga akhiri hidup bukan dibuat olehnya.

Di perusahaan itu, dia hanya ditugaskan meneruskan SMS yang dikirimkan oleh pihak perusahaan.

"Kami bukan bagian neror. Kita hanya meneruskan SMS. Kita bukan yang neror."

Baca juga: Modus Ayah Mertua Minta Menantunya Hidangkan Nasi Setelahnya Dirudapaksa di Kamar

Baca juga: Saksi Dugaan Kasus Korupsi Meninggal di Ruang Pemeriksaan, Sempat Kejang Saat Diperiksa

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved