Bandar Lampung

Pengeroyokan oleh Oknum ASN Pemkot Bandar Lampung, Pengamat Hukum: Diselesaikan dengan Cara Damai

Polresta Bandar Lampung masih menangani kasus perselisihan yang berujung pengeroyokan oleh seorang oknum ASN Pemerintah Kota Bandar Lampung

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Dedi Sutomo
tribunlampung.co.id / dodi kurniawan
Ilustrasi pengeroyokan. Polresta Bandar Lampung masih menangani kasus perselisihan yang berujung pengeroyokan oleh seorang oknum ASN Pemerintah Kota Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNGPolresta Bandar Lampung masih menangani kasus perselisihan yang berujung pengeroyokan oleh seorang oknum ASN Pemkot Bandar Lampung bersama dengan tiga rekannya kepada korban NV dan temannya Bripda IR, anggota Intel Polda Lampung.

Persoalan perselisihan, yang bermula dari kesalahpahaman pribadi terkait utang piutang untuk keperluan bisnis dari DK kepada NV, secara kekeluargaan telah diselesaikan kedua belah pihak dengan cara damai.

Kini, upaya perdamaian secara kekeluargaan antara DK dan Bripda IR yang belum terwujud.

Pengamat Hukum Universitas Unila Budiyono menilai, persoalan perkelahian antara NV dan  temannya Bripda IR dengan DK bersama tiga rekannya, merupakan persoalan pribadi sebagai anak muda.

Bukan persoalan antar dua lembaga yang dikait-kaitkan seperti berkembang saat ini.

Baca juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pengeroyokan di Kafe, Satu Pelaku Oknum ASN di Pemkot Bandar Lampung

Seharusnya, lanjut Budiyono, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan cara damai oleh kedua belah pihak yang berselisih, tanpa harus masuk ke ranah hukum seperti yang terjadi saat ini.

"Ranah pidana adalah upaya terakhir dan saya melihat persoalan ini masih bisa diselesaikan dengan damai," kata Budiyono, Jumat (17/12/2021).

Menurutnya, persoalan tersebut juga jangan dikait-kaitkan dengan lembaga di tempat kedua belah pihak bekerja

Terlebih lagi, lanjut Budiyono, karena peristiwa tersebut tidak dalam rangka penugasan masing-masing pihak.

"Waktu Polisi itu berkelahi bukan dalam rangka penugasan, begitu juga dengan ASN.”

Baca juga: ASN Bandar Lampung Bikin Rusuh di Kafe, Seorang Polisi Jadi Korban Pengeroyokan  

“Mereka tidak menunjukkan identitas sebagai anggota Polri dan ASN saat mereka berkelahi.”

“Artinya keduanya harus sama-sama diperlakukan adil karena sama-sama warga Negara," kata Budiyono.

Budiyono juga percaya bahwa pihak kepolisian profesional dalam menangani persoalan tersebut. 

Menurutnya, kepolisian kini memiliki semboyan untuk mengedepankan upaya perdamaian dalam setiap persoalan, terlebih persolan ini dapat membawa dua lembaga terhormat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved