Kisah di Balik Muktamar NU di Lampung, Gus Yahya dan Thomas Riska Nekat Naik Speedboat ke Merak

Setiap kali berkunjung ke Lampung, bahkan selama berlangsungnya muktamar, Gus Yahya selalu lekat dengan tokoh yang satu ini, Thomas Azis Riska.

Penulis: Andi Asmadi | Editor: Andi Asmadi
DOK TRIBUN
Gus Yahya (kiri) bersama sahabatnya, Thomas Azis Riska, di sela-sela arena pemilihan Ketua Umum PBNU di GSG Unila, Kota Bandar Lampung, Jumat (24/12/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama sudah selesai. Akan menjadi catatan sejarah bahwa KH Yahya Cholil Staquf terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dalam muktamar yang digelar di Lampung 22-24 Desember 2021.

Dan, juga akan menjadi catatan tersendiri bahwa ada seorang tokoh Lampung (di antara sekian banyak tokoh) yang ikut berperan di balik keberhasilan Gus Yahya memimpin NU.

Setiap kali berkunjung ke Lampung, bahkan selama berlangsungnya muktamar, Gus Yahya selalu lekat dengan tokoh yang satu ini: Thomas Azis Riska.

Baca juga: Kisah di Balik Muktamar NU di Lampung, Tarik Menarik Jadwal, Privat Jet, hingga Deklarasi Gus Yahya

Baca juga: Kisah di Balik Muktamar NU di Lampung, Sukses Menggolkan Duet Kiai Miftach-Gus Yahya

Orang Lampung mengenal Thomas Riska sebagai pengusaha pariwisata yang memiliki tiga tempat wisata di Lampung, yakni Pulau Tegal Mas, Puncak Mas, dan Bukit Mas.

Jauh sebelumnya, ia pernah terjun ke politik, menjadi ketua partai, lalu mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Lampung, namun tidak berhasil. Kini ia mengaku sudah “bertobat” dan memilih jalan sebagai pengusaha saja.

Dia sudah lama bersahabat dengan Gus Yahya. Ia juga bersahabat dengan adik Gus Yahya, yakini Yaqut Cholil Qoumas yang saat ini menjabat Menteri Agama RI.

Thomas Riska sejatinya bukan pengurus PBNU, PWNU, atapun PCNU. Ia berada di Gerakan Pemuda Ansor sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat GP Ansor DKI Jakarta.

Persahabatannya dengan Gus Yahya dan Gus Yaqut menjadikan mereka seperti saudara, dan ketika muktamar berlangsung, ia tentu saja memastikan mem-backup penuh.

Itu sebabnya, Thomas Riska menjadikan tempatnya, Bukit Mas, sebagai posko untuk tim Gus Yahya. Rumah, villa, dan cottage yang ada di Bukit Mas semua digunakan untuk tempat menginap tim Gus Yahya.

Villa di Puncak Mas juga difungsikan untuk sejumlah peserta. Bahkan rumah-rumah keluarga besarnya pun jadi tempat menginap peserta.

“Tentu bukan hanya karena kami bersahabat lantas saya mendukung Gus Yahya. Saya mengenal beliau sebagai sosok yang sopan, toleran, berintegritas tinggi, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat, bahkan mendunia. Kita seperti melihat sosok Gus Dur pada beliau,” ujar Thomas yang dihubungi Tribun Jumat (24/12) malam.

Pada Jumat malam itu, beberapa jam setelah penutupan muktamar, berlangsung silaturahmi tim pemenangan Gus Yahya di Bukit Mas. Ia minum kopi bersama dengan tim.

Acara itu juga dihadiri Gus Yaqut yang baru saja pulang dari memantau kondisi malam Natal di sejumlah gereja di Bandar Lampung. Gus Yaqut dalam pertemuan itu sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor.

Cerita kedekatan Thomas Riska dengan Gus Yahya maupun Gus Yaqut bisa dilihat saat menjelang dan selama muktamar berlangsung.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved