Bandar Lampung

Kasus Covid-19 di Lampung Kembali Melonjak, Dalam Sehari Bertambah 170 Pasien 

Kasus Covid-19 di Provinsi Lampung kembali melonjak naik dengan fantastis, tercatat ada 170 pasien positif terhitung hari ini Minggu (6/2/2022).

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Ilustrasi - Kadiskes Lampung Reihana. Kasus Covid-19 di Provinsi Lampung kembali melonjak naik dengan fantastis 

Sementara terkaiy Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Pemberi Pelayanan Covid-19, beber Reihana, puncaknya terjadi pada Tanggal 12 Juli 2021 yaitu 85.6 persen dari 1.938 Bed. 

"Sedangkan tahun 2022 pada 30 Januari 2022 bahwa BOR isolasi yaitu sebanyak 2.28 persen dari 833 bed," jelasnya.

Reihana mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi penyebaran omicron mengingat Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera.

"Apalagi sebagian besar daerah di Provinsi Lampung berstatus PPKM Level 1, sehingga semakin banyak aktivitas yang dikerjakan secara fisik seperti pendidikan, ekonomi, pariwisata dan lain-lain yang bila tidak dilakukan antisipasi maka akan terjadi peningkatan kasus COVID-19," tegas Reihana

Reihana menambahkan, Lampung telah melaksanakan Surveilans Genom SARS Cov-2 sebagai cara untuk memantau Strain Mutasi Virus SARS Cov-2 dan telah mengirimkan sampel ke Badan Litbangkes RI untuk pemeriksaan WGS.

Berdasarkan Surat dari Balitbangkes Kemenkes RI Nomor SR.01.07/2/1713/2022 tentang laporan hasil pemeriksaan SGTF/WGS COVID-19 di Provinsi Lampung telah ada 1 kasus Probable Omicron dan 5 kasus omricon positif.

Terpisah Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto mengatakan bahwa Dinas Pariwisata untuk memastikan pelaksanaan pemantauan dikarenakan adanya penurunan kepatuhan di tempat wisata-wisata alam. 

"Diminta Dinas Pariwisata untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota agar tidak terjadi penurunan kepatuhan dalam melakukan prorokol kesehatan tersebut," sebut Fahrizal.

Pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM), kata Fahrizal, telah dihentikan dan Disdikbud diminta untuk melakukan monitoring secara kontinyu.

"Diharapkan rumah sakit, tenaga kesehatan, dan obat-obatan harus dipastikan tercukupi guna mengantisipasi bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron," tandasnya.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved