Tubaba

Sewa Traktor dan Ongkos Angkut Barang di Tubaba Naik Dampak dari Kelangkaan BBM Jenis Solar

Kelangkaan BBM jenis solar ikut berimbas pada ongkos jasa sewa traktor untuk bajak lahan pertanian di Kabupaten Tulangbawang Barat.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnaen
Kelangkaan BBM jenis solar membuat sopir truk di Tubaba menaikan ongkos sewa pengangkutan barang. 

Tribunlampung.co.id, Tubaba - Kelangkaan BBM jenis solar ikut berimbas pada ongkos jasa sewa traktor untuk bajak lahan pertanian di Kabupaten Tulangbawang Barat.

Sejumlah sopir traktor terpaksa menaikan ongkos jasa traktor akibat sulitnya mendapatkan pasokan solar untuk bahan bakar traktor.

Hal itu dilakukan, lantaran pendapatan dari sewa traktor tidak sebanding dengan pengeluaran untuk membeli bahan bakar solar untuk traktor mereka.

"Kalau istilahnya kondisi sekarang ini, besar pasak dari pada tiang. Pendapatan yang kami terima tidak sebanding dengan biaya yang mesti dikeluarkan untuk beli solar," ungkap Supri (44), sopir traktor warga Tubaba, Sabtu (16/04/2022).

Sejak kelangkaan solar, harga sewa traktor untuk membajak lahan pertanian mengalami kenaikan menjadi 30 persen.

Baca juga: Disdukcapil Mesuji Maksimalkan Pelayanan Dokumen Kependudukan bagi Warga Penyandang Disabilitas

Baca juga: Dinding Rumah Warga di Bandar Lampung Jebol Diterjang Banjir

Semula harga jasa sewa traktor lahan kering berada diharga Rp700 ribu. Dalam kondisi sekarang, naik menjadi Rp 900 ribu.

"Susah cari bahan bakar solar, harus beli ketengan (eceran) itupun kalau ada. Kadang kalau lagi sulit solar terpaksa tidak bekerja, ya mau bagaimana kerja bahan bakar saja sulit didapatkan," ucapnya.

Supri sebenarnya tidak tegal hati untuk menaikkan harga sewa traktor. Namun, langkah itu terpaksa dilakukan lantaran pendapatan yang tidak sebanding dengan kocek yang harus dikeluarkan untuk beli solar.

"Kasihan para petani, kita naikan ongkos bajak lahan, petani mengeluh jadi serba sulit hidup ini, makin maju zaman makin tidak merdeka," ucapnya.

Selain naiknya jasa sewa traktor, kelangkaan solar ini juga berimbas pada mahalnya ongkos angkut hasil pertanian.

Kondisi ini seperti yang dirasakan oleh Holdi (51), sopir truk pengangkut hasil pertanian di Tubaba.

Menurutnya, sejak beberapa bulan belakangan ini, dirinya sulit mendapatkan solar untuk bahan bakar truknya. Kalaupun ada solar, harganya sudah tentu mahal dari biasanya.

Baca juga: Pemkab Lampung Selatan Tegaskan THR ASN dan Gaji ke-13 Dibayarkan 10 Hari Sebelum Lebaran

Baca juga: Selesai Servis Mobil, 2 Warga Mesuji Lampung Malah Gasak Onderdil Mobil Milik Bengkel

Diapun mengeluhkan kondisi yang dirasakan saat ini. Mulai dari kelangkaan minyak goreng yang berimbas pada naiknya harga migor, hingga langkanya beberapa jenis BBM di SPBU.

"Serba mahal, serba langka, minyak goreng langka, solar langka, kami para sopir juga bingung keadaan begini," ungkap Holdi.

Dia juga mengutarakan keprihatinan terhadap nasib para petani yang tentu ikut merasakan dampak kelangkaan BBM.

"Petani sangat memperihatinkan, obat, pupuk mahal, giliran panen ongkos mahal, bagaimana tidak mahal kalau bahan bakar saja mahal dan langka," jelasnya.

"Kami berharap wakil rakyat kita dapat segera menyelesaikan masalah ini, kasihan rakyatnya," tandas dia. (Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnaen)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved