Lampung Selatan
Sepulang Sekolah, Pelajar Lampung Selatan Temukan Ayahnya Akhiri Hidup di Rumah
Anak korban pulang dari sekolah mendapati pintu dan jendela terkunci, melongok melalui jendela melihat sosok ayahnya sudah mengakhiri hidup.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Diduga depresi, J (48) warga Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan ditemukan anaknya mengakhiri hidup, Sabtu (21/5/2022) sekira pukul 14.00 WIB di blandar rumahnya.
Kepala Polsek Palas Iptu Edi Suandi mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin membenarkan peristiwa mengakhiri hidup tersebut.
"Terjadi mengakhiri hidup yang diketahui oleh anak korban TNA," kata Kapolsek Palas Iptu Edi Suandi, Sabtu petang.
Anak korban mengetahui ayahnya mengakhiri hidup saat pulang dari sekolah. Sampai di rumah, pintu dan jendela dalam keadaan terkunci rapat.
Lalu anak korban melongok ke dalam melalui jendela. Terlihat ayahnya sudah mengakhiri hidup di bantalan penyangga kuda-kuda atap rumah.
Baca juga: 743 CJH Bandar Lampung Ikuti Manasik Haji, Termuda Usia 20 Tahun
Baca juga: Bripka Leonardo Gandeng ACT, Bantu Wanita Disabilitas Kaki Palsu
J mengakhiri hidup dengan kain panjang. Diperkirakan J naik ke blandar atap rumah memakai tangga.
"Atas temuannya itu, anak korban lalu mencari ibunya yang sedang jualan dan memberitahu kejadian tersebut, lalu menghubungi Kepala Desa Palas Aji," ujar Iptu Edi Suandi.
Dilanjutkan Edi, kepala desa lantas menginformasikan kejadian itu ke Polsek Palas. Kemudian petugas Polsek Palas mendatangi TKP. Serta menghubungi Tim Kesehatan UPT Puskesmas Palas.
"Selanjutnya korban diturunkan dengan bantuan masyarakat," ucap Edi Suandi.
Petugas lantas melakukan visum luar terhadap jasad korban. Tidak ditemukan tanda kekerasan.
Petugas menemukan cirikhas orang mengakhiri hidup pada tubuhnya.
"Dokter menyimpulkan korban murni meninggal karena mengakhiri hidup," ungkap Edi Suandi.
Edi mengatakan pihak kelurga menolak dilakukan tindakan autopsi.
"Pihak korban menerima bahwa kejadian tersebut adalah musibah. Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi," tutur Edi Suandi.
Jenasah korban langsung dimakamkan di TPU Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.