Mesuji

Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur ke Jawa, Pria Mesuji Ditangkap di Pul Bus

Pelaku diamankan saat berada di pul bus Handoyo di Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (28/5/2022). Saat itu pelaku dan korban dari Jawa hendak menuju k

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Daniel Tri Hardanto
Ilustrasi Tribunlampung
Ilustrasi. Seorang pria diamankan Polres Mesuji karena membawa kabur gadis di bawah umur. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Unit Reskrim Polsek Tanjung Raya bersama Tekab 308 Polres Mesuji mengamankan seorang pria yang melarikan gadis di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Mesuji Iptu Fajrian Rizki mengatakan, pelaku berinisial RH (30), warga Desa Gedung Ram, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.

Ia melarikan anak perempuan di bawah umur berinisial OR (16).

"(Korban) Yang tidak lain adalah keponakan istrinya atau cucu dari mertua pelaku. Yang dimana peristiwa dibawa kabur itu sendiri terjadi pada Kamis, 19 Mei 2022 sekira pukul 06.00 WIB lalu," ujarnya, mewakili Kapolres Mesuji AKBP Yuli Haryudo, Senin (30/5/2022).

Pelaku diamankan saat berada di pul bus Handoyo di Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (28/5/2022).

Baca juga: Sosok Pria Asal Lampung Selatan yang 3 Kali Bawa Kabur Bocah di Bawah Umur

Saat itu pelaku dan korban dari Jawa hendak menuju ke Lampung.

Penangkapan RH terjadi pada Sabtu (28/5/2022) sekira pukul 07.00 WIB.

Mendapat informasi keberadaan tersangka dan korban, personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Raya berangkat menuju Kalianda, Lampung Selatan.

"Karena mendapatkan informasi bahwa tersangka dan korban sedang dalam perjalanan kapal menyeberang dari Pulau Jawa menuju Provinsi Lampung," ucapnya.

Sekira pukul 13.45 WIB, personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Raya menunggu kendaraan yang ditumpangi oleh pelaku dan korban di pul bus Handoyo.

Sekira pukul 14.00 WIB, bus tersebut tiba di pul.

Saat mengecek ke dalam bus, didapati tersangka sedang duduk bersama korban.

Selanjutnya tersangka langsung dibawa ke Polres Mesuji untuk penyidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 81 Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / M Rangga Yusuf )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved