Berita Terkini Nasional

Kepergok Curi Cabai, Pria Paruh Baya Tewas Ditangan Pemuda 17 Tahun

Pria paruh baya mendapat sabetan senjata tajam dari bocah usia 17 tahun setelah kepergok mencuri cabai.

Tribunlampung/Endra
Ilustrasi Tanaman Cabai. Kepergok Curi Cabai, Pria Paruh Baya Tewas Ditangan Pemuda 17 Tahun 

Tribunlampung.co.id, Sleman - Pria berusia 49 tahun tewas setelah kejar-kejaran dengan pemuda 17 tahun. Peristiwa itu diawali dari persoalan cabai.

Bocah berinisial HH (17)  dan pria paruh baya itu berinisial WBP (49). Keduanya saling kejar karena WBP kedapatan mencuri cabai.

Diduga WBP tewas kehabisan darah akibat luka bacokan dari HH.  WBP mendapat sabetan senjata tajam (sajam) saat kepergok memanen cabai milik orang lain.

WBP merupakan seorang pencuri cabai yang telah membuat geram warga Kelurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kesal dengan ulah pencuri, pemilik tanaman cabai akhinya menyanggong untuk melakukan penangkapan pencuri cabai.

Baca juga: Dinas Ungkap Sebab Harga Cabai di Tulangbawang Meroket, Nyaris Rp 100 Ribu per Kg

Baca juga: Emak-emak di Tulangbawang Pusing Harga Cabai Merah Sentuh Rp 90 Ribu per Kg

Wakil Kepala Polres Sleman, Kompol Tony Priyanto menceritakan, kejadian pembacokan itu bermula ketika pelaku HH diberi tahu oleh S, saudara sekaligus tetangganya.

Jika tanaman cabai di sawahnya sering hilang dicuri.

Mendengar keluhan itu, pada Selasa (14/6/2022) sekira pukul 21.00 WIB, pelaku menawarkan diri untuk ikut bersama S ke sawah dengan tujuan menghadang pencuri .

Keesokan harinya, Rabu (15/6/2022) sekira pukul 04.00 WIB, S dan HH berboncengan sepeda motor menuju ke sawah.

"Pelaku HH membawa sebilah celurit yang akan digunakan untuk melukai korban (pencuri), karena merasa kesal. Pelaku membawa celurit ini tanpa sepengetahuan S," kata Tony, saat pres rilis di Mapolres Sleman, Kamis (16/6/2022).

Setelah keduanya menunggu setengah jam di sawah, HH melihat sosok yang hendak mencuri cabai masuk ke sawah dari arah barat.

Tetapi saat itu masih diintai. Selanjutnya, ketika korban sudah benar-benar memetik cabai,  HH dan S keluar dari persembunyiannya lalu mengendap-endap mengepung korban.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Bandar Lampung Rp 90 Ribu per Kg, Naik dalam Dua Pekan Terakhir

Baca juga: Dinas Sosial Ungkap Penghasilan Anak Jalanan di Metro Lampung, Rp 300 Ribu Sehari

WBP yang sadar posisinya telah terkepung, berupaya melarikan diri. Melihat WBP lari, HH kemudian lari mengejar.

"Pelaku mengejar dan menyabetkan celurit ke arah korban sebanyak 6 kali. 2 kali tidak kena dan 4 kali mengenai tubuh korban," tutur dia.

Tidak berhenti sampai di sana. WBP, setelah terkena sabetan celurit, masih berupaya lari. Lalu HH berupaya menghentikannya dengan memegang jaket WBP hingga terjatuh.

WBP yang bebas kemudian masuk ke kebun salak. Selanjutnya, pelaku HH bersama S memberitahu kejadian tersebut kepada tokoh warga setempat.

Siang harinya, sekira pukul 08.00 WIB, WBP ditemukan meninggal dunia di dalam kebun salak .

"Korban ditemukan dalam keadaan muka pucat, mulut terbuka dan badan menyandar, tidak bergerak di dalam kebun salak ," katanya.

Kepala Satreskrim Polres Sleman, AKP Rony Prasadana mengungkapkan, setelah tubuh korban ditemukan di kebun salak, pihaknya bergerak melakukan olah TKP dan identifikasi.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, beberapa jam sebelumnya ada proses kejar-kejaran antara korban dengan pelaku yang terjadi di kebun cabai hingga kebun salak . Tak begitu lama, pelaku berhasil ditangkap di rumah.

"Alhamdulillah, beberapa jam setelah ditemukan mayat, pelaku bisa terungkap," kata dia.

Pelaku ditangkap berikut barang bukti kejahatan. Yaitu sebilah celurit dengan panjang 30 centimeter dan kaos oblong serta celana yang diduga digunakan pelaku saat melukai korban.

Dihadirkan pula sejumlah cabai yang diduga telah dicuri korban. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku saat ini ditahan di rutan Polres Sleman .

Ia dijerat dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved