Metro

Tak Lagi Bebas PMK, Metro Lampung Perketat Lalu Lintas Ternak Wajib SKKH

Sekretaris Daerah Kota Metro Bangkit Haryo Utomo meminta, hewan ternak yang masuk dan keluar harus dipastikan terbebas dari penyakit mulut dan kuku.

Screeshot
Ilustrasi Ternak sapi di Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Pemkot Metro memperketat lalu lintas hewan ternak untuk antisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan wajib SKKH. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro kini memperketat lalu lintas hewan ternak, pasca ditemukannya kasus positif penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sekretaris Daerah Kota Metro Bangkit Haryo Utomo meminta, setiap hewan ternak yang masuk dan keluar harus dipastikan terbebas dari penyakit mulut dan kuku.

Oleh karena itu, lalu lintas keluar masuk hewan ternak di Metro harus dikontrol dan tidak terjangkit penyakit mulut dan kuku.

Sehingga, hewan ternak itu  harus disertai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

SKKH sendiri yang mengeluarkan adalah Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) atau yang berwenang.

Baca juga: 13 Sapi dan 5 Kambing di Metro Lampung Positif PMK, Karantina 14 Hari

Baca juga: Penghapusan Kelas BPJS di Metro Lampung Belum Jelas, Masih Pakai Aturan Lama

"Jadi langkah ini kita lakukan sesuai aturan. Dan yang paling utama untuk memastikan hewan yang masuk dan keluar Metro dalam keadaan sehat.

Terlebih kita akan segera memasuki Idul Adha dimana akan banyak hewan kurban," tukas Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Minggu (26/6/2022).

Ditambahkan Bangkit Haryo Utomo, Pemkot Metro juga akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota lainnya untuk pembatasan lalu lintas hewan.

Salah satunya, mengenai kewajiban hewan ternak dengan SKKH dari dinas terkait .

"Nah, pemberlakuan SKKH akan dimulai 14 hari sebelum hari raya Idul Adha. Dan untuk ternak yang tidak dilengkapi SKKH, maka tidak diperbolehkan untuk masuk ataupun keluar dari Metro.

Kita sudah dan akan terus koordinasi dengan peternak di sini," katanya lagi.

Ia menambahkan, saat ini Pemkot Metro masih fokus pada penanganan hewan ternak yang terjangkit PMK agar tidak menyebar dengan melakukan isolasi, pengobatan dan antisipasi penyebaran virus.

"Jadi kita masih fokus ke hewan dulu. Kita bantu pengobatannya. Sedangkan untuk para peternak belum ada bantuan yang akan diberikan, karena ini memang belum ada korban kematian pada hewan ternaknya. Mudah-mudahan tidak ada," tuntasnya.

18 Ternak Positif PMK

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved