Berita Lampung
6 Jam 30 Kali Gempa, Gunung Anak Krakatau Siaga
Situs magma.vsi.esdm.go.id merinci gempa yang diakibatkan Gunung Anak Krakatau alias GAK Lampung Selatan.
Tribunlampung.co.id - Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di Lampung Selatan, Provinsi Lampung hingga Sabtu (2/7/2022) berstatus level III (siaga).
Selama enam jam, terjadi 30 kali gempa akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau atau GAK di Lampung Selatan.
Situs magma.vsi.esdm.go.id merinci gempa yang diakibatkan Gunung Anak Krakatau alias GAK Lampung Selatan berupa gempa hembusan dengan amplitudo 9-20 mm sebanyak tiga kali.
Kemudian, 20 kali gempa Low Frequency, 6 kali gempa Vulkanik Dangkal dan 1 kali gempa Tremor Menerus.
Lebih detil dilaporkan dalam magma.vsi.esdm.go.id, telah terjadi tiga kali gempa Hembusan dengan amplitudo 9-20 mm, dan lama gempa 7-30 detik pada pukul 06.00-12.00 WIB hari ini.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Semburkan Gas SO2
Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Meningkat, Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni Lamsel Masih Normal
Selain itu, dalam laporan tersebut juga menuliskan adanya 20 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 16-49 mm, dan lama gempa 6-16 detik.
Kemudian 6 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 11-23 mm, dan lama gempa 6-14 detik.
Ada juga 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-10 mm, dominan 1mm.
Untuk itu, masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki diharap untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.
Gunung Anak Krakatau Siaga III, Warga Dilarang Dekati Radius 5 Kilometer
Dalam pengamatan visual, gunung api Anak Kakatau tertutup kabut 0-III, asap kawah tidak teramati, cuaca berawan dan angin lemah ke arah timur laut.
Erupsi Gunung Anak Krakatau 1 Juli 2022
Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Ikuti Arahan BPBD
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Sebesi Khawatir Tsunami
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau telah erupsi pada hari Jumat (1/7/2022) pukul 06.50 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 42 mm dan durasi 77 detik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warga-Pulau-Sebesi-Lampung-Selatan-Masih-Melaut-Tak-Terpengaruh-Erupsi-GAK.jpg)