Berita Lampung
Semarak Hari Dharma Karya Dhika ke-77, Lapas Kalianda Gelar Porsenap dan Donor Darah
Porsenap tersebut juga dalam rangka menyambut Hari Dharma Karya Dhika ke-77, sekaligus HUT RI ke 77 dirayakan bersama petuas dan warga binaan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda gelar upacara pekan olahraga dan seni bagi narapidana (Porsenap), pada Kamis (28/7/2022).
Kegiatan Porsenap tersebut juga dalam rangka menyambut Hari Dharma Karya Dhika ke-77, sekaligus HUT Republik Indonesia ke-77 yang dirayakan bersama petuas dan warga binaan.
Lantas dalam rangka menyambut Hari Dharma Karya Dhika ke-77 dan HUT Republik Indonesia ke-77, Lapas kelas IIA Kalianda juga mengadakan donor darah.
Upacara pembukaan Porsenap berlangsung dengan semangat oleh para napi
Kegiatan diawali dengan pembacaan janji atlet dan janji wasit yang diikrarkan oleh petugas dan perwakilan warga binaan.
Baca juga: Partai Perindo Lampung Targetkan Satu Fraksi Setiap Daerah Kabupaten Kota
Baca juga: Kopda Muslimin Minta Maaf ke Orang Tua, Diminta Menyerahkan Diri Malah Meninggal
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda Tetra Destorie dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan menjunjung tinggi sportifitas dalam mengikuti setiap pertandingan.
"Momen peringatan Hari Dharma Karyadika kali ini harus kita meriahkan dengan menjunjung tinggi sportifitas melalui pertandingan-pertandingan yang kompetitif," katanya
Tetra menuturkan ajangnya diharapkan dapat mempererat jalinan persaudaraan antara kita semua.
"Saya harap, ajang ini merupakan momentum untuk kawan-kawan warga binaan untuk mengeluarkan seluruh potensi yang ada untuk jadi pemenang," ucapnya.
Tetra mengatakan setelah kegiatan Pembukaan Porsenap, akan dilanjutkan dengan kegiatan donor darah.
"Setelah upacara pembukaan porsenap, dilanjutkan dengan kegiatan donor darah di Aula Lapas Kalianda," katanya
"Dalam kegiatan donor darah ini kita bekerjasama dengan PMI Lampung Selatan," ujarnya.
Baca juga: Rakerwil DPW PAN Lampung Bahas Usulan Nama Capres 2024
Baca juga: KPU Lampung dan KPU Balam Terima Beres, Gaji Pegawai dan Belanja Operasional Diatur KPU RI
"Semoga darah yang kita berikan dapat berguna bagi warga yang membutuhkan," ungkapnya.
Untuk diketahui, Lapas Kelas IIA Kalianda memberikan perhatian khusus pada napi anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Setelah ramai perbincangkan di media sosial seorang narapidana tewas diduga dikeroyok rekannya yang juga narapidana, saat berada di dalam lapas.
Adapun narapidana tersebut bernama Rio Febrian (17).
Rio merupakan narapidana yang sedang menjalani hukuman karena kenakalan remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LKPA) Lapas II A Lampung.
Untuk mengembalikan rasa percaya diri napi anak berhadapan dengan hukum (ABH) petugas Lapas Kelas II Kalianda mengajak bermain tenis meja atau pingpong.
Kepala Lapas Kelas II A Kalianda Tetra Destorie mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada napi anak berhadapan dengan hukum (ABH)
"Anak merupakan masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa," katanya
"Sehingga negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidupnya," ujarnya
"Serta memastikan tumbuh dan kembangnya, berpartisipasi," ucapnya
Tetra mengatakan anak harus mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.
"Tak terkecuali bagi anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang saat ini mendekam di balik tembok Lapas," katanya
Tetra menjelaskan anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) merupakan anak yang berkonflik dengan hukum.
"ABH yang menjadi korban tindak pidana," katanya
"Atau anak yang menjadi saksi tindak pidana," ujarnya
Tetra menjelaskan di Lapas Kelas IIA Kalianda, ABH mendapatkan perhatian khusus dari Petugas Lapas
"Dalam hal ini mereka diberikan pembinaan kepribadian," katanya
"Demi masa depan ABH yang cerah," ujarnya
"Dalam hal ini kita harus memastikan ABH mendapatkan hak untuk kelangsungan hidup, hak perlindungan, hak tumbuh kembang, dan hak untuk berpartisipasi," jelasnya
Tetra mengatakan di Lapas Kalianda, ABH juga mendapat bimbingan kerohanian.
"Selian itu kita berikan keterampilan, olahraga, dan kesenian sesuai dengan minat dan bakat mereka," katanya
Tetra mengatakan pihaknya memberikan penanganan dengan pembinaan dan pembimbingan
"Kira berikan bimbingan dan pembinaan yang baik dan benar sesuai Undang- undang dan hati nurani," katanya
"Harapannya ABH-ABH ini setelah kelaur dari Lapas Kalianda tetap memiliki masa depan yang cerah," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Lapas-kelas-II-Kalianda.jpg)