Berita Lampung

Indonesiana Gandeng Seniman Lampung Barat Angkat Tradisi Nyambai

Seniman Lampung Barat Dian Anggraini dihadirkan sebagai salah satu pembicara lokakarya bertajuk Peningkatan kapasitas Platform Indonesiana.

Tayang:
Dokumentasi
Seniman Lambar Dian Anggraini saat berbicara tradisi Nyambai dalam lokakarya. Indonesiana gandeng Seniman Lampung Barat angkat tradisi Nyambai. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Indonesiana sebagai platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia menggandeng seniman Lampung Barat untuk mengangkat kekayaan tradisi Nyambai.

Seniman Lampung Barat Dian Anggraini dihadirkan sebagai salah satu pembicara lokakarya bertajuk Peningkatan kapasitas Platform Indonesiana (pendukungan festival sebagai pekan kebudayaan daerah Lampung Barat).

Dian menceritakan, dirinya dalam kesempatan tersebut berbicara sekaligus mensosialisasikan tradisi Nyambai secara masif. 

Kegiatan lokakarya berlangsung dari tanggal 28 hingga 30 Juli 2022 di Liwa.

Secara general, dia paparkan terkait peluang, pengembangan dan ketersambungan sebuah festival kebudayaan.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Cenderawasih Metro Lampung Turun Rp 50 Ribu per Kg

Baca juga: Way Serdang dan Empat Kecamatan Lainnya di Mesuji Lampung Rawan Kebakaran

"Kegiatan ini menjadi momentum Lampung Barat untuk mengangkat tradisi Nyambai," kata Dian melalui keterangan tertulis kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (30/7/2022).

"Kita berharap kegiatan ini dapat berlanjut dalam bentuk yang lebih masif serta variatif menjadi sebuah festival kebudayaan," imbuh Co Kurator Indonesia Dance Festival (IDF) .

Tak hanya itu, namun turut melahirkan peluncuran buku, digitalisasi produk budaya hingga menjadi alternatif wisata dan edukasi.

Ia menguraikan, Nyambai merupakan adalah salah satu tradisi masyarakat Lampung Sai Batin.

Dimana dihadirkan pada salah satu rangkaian kegiatan dalam prosesi pernikahan. 

Tradisi ini telah berlangsung secara turun temurun dan hadir di masyarakat sebagai sarana interaksi komunikasi.

Khususnya menjadi ruang atau media pergaulan bagi bujang dan gadis untuk mereka dapat berkenalan.

Selain itu berkomunikasi, bergaul dan saling mengenal antara sesamanya. 

"Kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian upacara perkawinan yang kerap disebut dengan upacara Nayuh atau Penayuhan," jelas Dian. 

Upacara Nayuh atau Penayuhan adalah upacara perkawinan adat besar-besaran yang diadakan oleh masyarakat Lampung yang beradat Saibatin/Pesisir. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved